panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Juni 2012 | 19:28 wib
Belum Ada Solusi Atasi Krisis Persijap
image

JEPARA, suaramerdeka.com - Persijap Jepara masih dalam lingkarn krisis sehari menjelang pertandingan melawan Persebaya Surabaya di ajang Indonesia Premier League (IPL). Para pemain belum bisa menjamin untuk berangkat ke Surabaya menjalani pertandingan yang akan digelar pada Sabtu besok.

Pemain ingin gajinya yang pembayarannya tertunda tiga bisa dibayarkan. Hal itu terungkap dalam audiensi semua pemain Persijap dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi di ruang peringgitan Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (21/6) petang. Mereka mogok tak latihan, dan memilih mengadukan nasibnya ke bupati.

Dalam pertemuan itu, hadir pula mantan pengurus Persijap Edy Basuki Wihandono dan CEO PT Jepara Raya Multitama Adjie Darmana. "Kami ini punya keluarga. Tanggungan banyak. Bagaimana kami bisa bertanding kalau gaji tiga bulan belum dibayarkan," kata Ahmad Mahrus Bahtiar.

Kapten Persijap Anam Syahrul yang menjadi juru bicara menegaskan, pemain ingin ada jaminan pembayaran gaji. Ketidakpastian pembayaran gaji itu membuat buyar konsentrasi pemain dalam menjalani kompetisi.

"Kami-kami ini pemain profesional, jadi tidak bisa dipaksa bertanding tanpa ada hak. Kami sudah mengalah, mau bertanding dan berlatih selama tiga bulan walau tanpa gaji. Namun kali ini, kami harus menuntut hak kami," tandasnya.

Pemain senior Persijap Nurul Huda mengatakan, dalam kalusul kontrak, jika hak pemain tak dibayarkan dalam tiga bulan berturut-turut, maka pemain bisa mengambil keputusan sepihak. "Kami masih berdialog untuk menyelesaikan masalah, tetapi mengacu pada klausul kontrak, kami sebenarnya tidak bersalah atas apa yang kami lakukan (mogok-Red)," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, meski gaji belum dibayarkan tiga bulan, pemain mau berangkat ke Surabaya pagi ini jika paling tidak dua bulan gaji bisa dibayarkan. Terkait hal itu, Adjie darmana mengaku ada dalam kesulitan besar. Usai audiensi tersebut ia berkonsultasi dengan CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo LPIS) Widjajanto, meski belum ada hasil yang mengarah ke solusi.

"Pihak konsorsium besok berkenan membayarkan gaji, tetapi hanya 20 persen, sedangkan pemain minta dua bulan gaji. Ini yang belum ada titik temu," kata Adjie.

(Muhammadun Sanomae/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
23 Agustus 2014 | 20:40 wib
Dibaca: 113
image
23 Agustus 2014 | 20:28 wib
Dibaca: 202
image
23 Agustus 2014 | 20:18 wib
Dibaca: 189
image
23 Agustus 2014 | 08:18 wib
Dibaca: 268
image
23 Agustus 2014 | 08:08 wib
Dibaca: 168
Panel menu tepopuler dan terkomentar
06 Agustus 2014 | 20:14 wib
01 Agustus 2014 | 04:43 wib
07 Agustus 2014 | 20:39 wib
FOOTER