
SEMARANG, suaramerdeka.com - Baru 140 atlet PON Jateng yang melakukan pendaftaran nama (entry by name) ke KONI. Jumlah itu hanya 29 persen dari total 486 atlet yang lolos babak kualifikasi PON. KONI sebenarnya memberi batas pendaftaran hingga 4 Juni. Namun karena masih banyak atlet yang belum mengisi formulir, entry by name diperpanjang.
"Entry by name tidak hanya untuk atlet, melainkan juga untuk pelatih dan ofisial. Kami meminta pengurus cabang olahraga untuk segera melakukan pengisian formulir dan diserahkan ke KONI. Secepatnya, kalau yang belum foto, akan kami foto di sini (kantor KONI)," ujar Sri Haryono, staf Litbang KONI Jateng, ketika ditemui di kantor KONI, Senin (4/6).
140 atlet yang sudah mendaftar itu berasal dari beberapa cabang antara lain squash, gulat, sepak takraw, bowling, senam, kempo, aeromodelling, canoeing, pencak silat, anggar, catur, tarung drajat, dan taekwondo. Meski sudah didaftarkan, kata Sri Haryono, data yang diserahkan ada yang belum komplit.
Dia menjelaskan, proses entry by name menggunakan dua sistem, yakni manual dan online. Proses manual meliputi pengisian dan pengembalian formulir ke KONI seperti yang tengah dilakukan, untuk kemudian diserahkan ke Panitia Besar (PB) PON di Riau.
"Proses online digunakan untuk verifikasi proses manual oleh tim keabsahan PB PON. Dua-duanya sama-sama harus dikirim paling lambat pada 9 Juni. Meski begitu kami mengimbau pengurus cabang segera melakukan pengisian dan diserahkan ke KONI," kata Sri Haryono.
Seno Sudono, Kabid Binpres ISSI Jateng, yang datang ke KONI mengaku belum melakukan pengisian karena sejumlah atletnya tengah berlomba di luar dan di dalam negeri. Ia menyebut Toni Sahrifudin kini berada di Swis mengikuti lomba, sementara Suparno, Bayu Satrio, Hendra Wijaya, dan Warseno mengikuti Tour de Singkarak 2012.
"Sebetulnya tidak ada kendala. Hanya sebagian atlet tengah mengikuti pertandingan. Toni baru pulang pada Agustus sementara yang ikut Tour de Singkarak pulang 10 Juni," kata Seno.
(Nurul Muttaqin/CN26)