panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Mei 2012 | 14:00 wib
Sepak Takraw Semarang Dapat Sorotan
image

SEMARANG, suaramerdeka.com - Cabor sepak takraw mendapatkan sorotan dari Disospora Kota Semarang terkait capaian di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng. Pasalnya cabang tersebut gagal menembus tingkat Jateng mulai dari kelompok SD, SMP, hingga SMA.

Pada ketiga kelompok umur itu, cabor sepak takraw kandas pada kualifikasi eks-karisidenan di Demak, belum lama ini. Secara otomatis, mereka tak mendapatkan tiket di Popda Jateng. Dibandingkan cabor-cabor lain, prestasi sepak takraw masih jauh dari harapan.

Kasi Olahraga Prestasi Disospora Kota Semarang Jarot Murdiyanto menyayangkan hal itu. Menurutnya, semakin banyak cabor yang lolos, peluang kontingen Kota Semarang untuk meraih juara umum akan semakin besar. Setelah juara umum SD, Semarang membidik tingkat SMP dan SMA.

"Pengurus cabor harus bisa membuat sepak takraw menarik bagi masyarakat. Dengan begitu akan semakin banyak yang berpartisipasi, sehingga program pembinaan dan regenerasi berjalan lebih baik. Harapannya ke depan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain," jelas Jarot yang juga Ketua Kontingen Kota Semarang.

Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Semarang Nur Hadi pun menyadari hal itu. Evaluasi akan langsung dilakukan terkait kegagalan menembus tingkat Jateng di ajang Popda. Pembinaan pun akan ditingkatkan untuk menciptakan atlet handal.

Dalam Popda tersebut, cabor sepak takraw mengirimkan empat tim. Pertama SD putra, kemudian SMP putra-putri, dan SMA putri. Namun, keempat tim tersebut masih kalah bersaing dengan daerah lain. Termasuk tim SMA putri yang digadang-gadang bisa tampil di Jateng.

"Kami menampilkan pemain pelapis pada SMA putri. Pasalnya, tim utama masuk program pemusatan latihan Jateng yang bersiap mengikuti PON Riau September. Setelah melewati jalan yang berat, kami harus tersingkir setelah di final kalah dari tim tuan rumah Demak," jelasnya.

Tak ingin berlama-lama dalam keterpurukan, Nur Hadi bersama pengurus akan membidik klub-klub dan sekolah-sekolah sebagai sasaran pembinaan. Pasalnya, klub-klub dan sekolah-sekolah yang akan menyumbangkan atlet untuk membela Semarang, terutama di kelompok usia dini.

(Hendra Setiawan/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
03 September 2014 | 06:32 wib
Dibaca: 147
image
03 September 2014 | 06:22 wib
Dibaca: 72
image
image
03 September 2014 | 06:02 wib
Dibaca: 58
image
03 September 2014 | 05:52 wib
Dibaca: 56
Panel menu tepopuler dan terkomentar
01 September 2014 | 11:26 wib
01 September 2014 | 08:48 wib
01 September 2014 | 17:00 wib
01 September 2014 | 12:03 wib
FOOTER