panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Maret 2012 | 18:52 wib
Pembinaan Pelatih Basket di Jateng Kurang Merata
image

SEMARANG, suaramerdeka.com - Meski prestasi cabang bola basket Jawa Tengah cukup menjanjikan, tapi daerah ini dianggap masih kekurangan pelatih potensial. Hal itu disampaikan Pimpro Timnas Bola Basket KU-18 Putra proyeksi SEA Games XXVIII/2015, Danny Kosasih yang juga pelatih tim putra PON Jateng ketika memimpin pelatihan bola basket bagi siswa SMP-SMA di GOR Satria Semarang, Selasa (13/3).

Menurutnya, Pengprov Perbasi Jateng harus mencanangkan program pemerataan pelatih di daerah-daerah. Yaitu dengan memperbanyak pelatihan serta pendidikan bagi pelatih muda.

"Pelatihan bagi para pelatih daerah sangat penting. Tujuannya memberi tambahan teori sebelum menangani klub. Selain itu jam terbang pelatih-pelatih muda harus ditambah. Caranya, dengan melibatkan mereka ketika Jateng tampil di Kejurnas, PON atau kejuaraan lain di level nasional," kata mantan pelatih tim bola basket Satya Wacana Angsapura (SWA) Salatiga di NBL Indonesia.

Tanggal 20-23 Maret nanti, dia beserta Arifin (asiten pelatih timnas SEA Games 2007 dan 2009), Simon Wong (pelatih klub NBL SWA) dan Ricky Gunawan (pelatih timnas KU-16 putra) juga akan mengisi acara Penataran Pelatih Bola Basket Lisensi C dan B yang diselenggrakan Perbasi Jateng di GOR Putra Abadi Jl. Jendral Sudirman (Mrican) Kota Salatiga.

Danny Kosasih pun berharap, para pelatih muda di daerah bisa ambil bagian pada kegiatan pelatihan itu.  "Potensi pelatih Jawa Tengah sangatlah besar. Hanya saja mereka masih kurang jam terbang. Kesempatan mendampingi tim pada kejuaraan nasional, saya anggap penting untuk menambah jam," paparnya.

Selain menyoroti minimnya pelatih berkualitas di Jateng, Danny Kosasih juga berharap kepada Pengprov Perbasi untuk lebih serius melakukan pembinaan atlet. Kompetisi berjenjang harus tetap dilaksanakan, agar regenerasi atlet tak putus.

"Saya pribadi sebenarnya tak mengharamkan jual beli atlet. Tapi harus ada perhatian pada proses pembinaan yang berjenjang. Yang paling penting dalam pembinaan adalah membangun karakter atlet," tambahnya lagi.

Terkait persiapan menghadapi PON XVIII/Riau 2012, pelatih asal Kota Semarang ini belum bisa mastikan kapan Jateng akan dilaksanakan training center (TC) untuk tim putra. Karena banyak pemainnya yang tergabung di tim Satya Wacana Angsapura (SWA) Salatiga dan masih harus menyelesaikan seri NBL Indonesia.

"Saya tanya ke manajer juga belum ada kejelasan kapan dimulainya TC. Kalau bicara ideal, persiapan tim untuk event sekelas PON memang panjang. Tak bisa satu atau dua bulan saja," tandasnya.

(Lanang Wibisono/CN26)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
05 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 1710
image
05 September 2014 | 10:50 wib
Dibaca: 1576
image
05 September 2014 | 07:57 wib
Dibaca: 1983
image
05 September 2014 | 07:43 wib
Dibaca: 1578
image
05 September 2014 | 07:30 wib
Dibaca: 1510
Panel menu tepopuler dan terkomentar
05 September 2014 | 07:57 wib
05 September 2014 | 11:00 wib
05 September 2014 | 10:50 wib
FOOTER