
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kontingen Jateng perlu menyiapkan bekal cukup selama PON XVIII/2012 di Riau, dan harus siap dengan faktor-faktor nonteknis yang muncul selama pelaksanaan PON. Sebab, bila faktor itu diabaikan bisa jadi perjuangan untuk memperbaiki peringkat di PON tidak akan terealiasasi.
Demikian dijelaskan Ketua Monitoring dan Evaluasi KONI Jateng, Bambang Husodo, yang berkunjung ke Riau, awal Februari lalu. Bambang meninjau kesiapan veneus PON di Riau didampingi Wakil Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran Amir Machmud NS, dan Ketua Komisi Promosi dan Media Ade Oesman.
"Soal makan misalnya, semua induk organisasi olahraga perlu berhitung sejak dini. Sebab harga makanan secara umum di Jateng, itu sepertiganya dari harga makanan di Riau. Biaya hidup yang tinggi, jangan sampai membuat atlet <I>kapiran<P>. Selain itu, suhu cuaca di Riau lebih panas daripada Kaltim, tuan rumah PON 2008 lalu," katanya di Semarang, Rabu (22/2).
Bambang juga menjelaskan kesiapan empat titik di empat kabupaten yang akan menjadi menjadi posko Jateng. Posko itu berada di wilayah Bangkinang (Kabupaten Kampar), Japura (Indragiri Hulu), Pasir Pengairan (Rokan Hulu) dan Siak (Siak Indrapura) .
"Posko di Bangkinang masih berupa rumah, belum ada isinya, sedangkan di Rokan Hulu dan Japura sudah lumayan, bahkan di Siak fasilitasnya seperti hotel bintang empat. Untuk posko kontingen di empat kabupaten, sudah tak ada masalah. Jarak tempuh dengan venues terdekat, kira-kira 5-10 menit. Kami juga sudah memberikan uang muka," paparnya.
Selama di Riau, Bambang menemukan fakta menarik. Yakni keberadaan jutaan warga Jateng yang menetap di sana. Di berbagai pelosok wilayah Riau, ternyata mudah menjumpai komunitas warga Jateng. Itu sebabnya, dia berpikir bagaimana warga Jateng ini dikerahkan untuk menjadi suporter.
''Mereka bisa dikelola menjadi suporter. Persoalannya, seperti iklan di televisi: wani pira? Saya berharap, persiapan kontingen Jateng sudah harus sampai ke suporter segala. Kalau duitnya kurang, ya, mari kita bersama-sama nyuwun sama Pak Gubernur. Sepanjang ada pertanggung jawabannya, pasti diberi,'' tandas Bambang.
(Nurul Muttaqin/CN26)