
SEPTHALIA Dwi Tristyawati bangga bisa bergabung dengan Program Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Voli Putri Jateng. Atlet yang lahir di Semarang 16 tahun silam itu, merasa tidak semua atlet berkesempatan masuk program yang baru pertama kali dibentuk tersebut. Pemain harus melewati tes dan seleksi yang ketat.
"Rasanya senang. Karena pada seleksi, banyak atlet bagus-bagus dari daerah lain. Target saya bisa membela tim Jateng tampil di Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah) dan Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional). Semoga bisa mendapat hasil maksimal di dua event tersebut,'' kata Lia--begitu ia akrab disapa, saat ditemui di GOR Satria belum lama ini.
Setiap hari Lia berlatih untuk mematangkan kemampuan. Tak ada istirahat. Sekalipun begitu, pemain yang juga hobi berenang ini tidak merasa capek, asalkan itu semua dilakukan dengan senang. "Tidak ada libur. Bahkan di Hari Minggu pun kami latihan, karena pemain dari luar Semarang, justru bisa berlatih pas hari itu," ujar pemain yang mengidolakan pemain timnas Maya Kurnia Indri ini.
Lia mulai bermain voli sejak kelas V SD. Waktu itu, ia diajari sang ayah, yang juga mantan pemain voli. Untuk meningkatkan teknik bermainnya, dimasukkanlah ia ke klub Vopas (Voli Pasadena Semarang). Pilihan itu tepat, sebab beberapa tahun kemudian ia sudah bisa berprestasi.
Bersama tim Semarang, pemain bertinggi badan 169 sentimeter itu menjuarai kejuaraan voli yang digelar Bapomi pada 2010, juara Popda tingkat SMP pada 2011, dan runner-up O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) tingkat nasional pada 2010.
"Yang paling berkesan yaitu ketika O2SN. Kami kalah di final oleh tim Lampung. Waktu itu skor ketat. Kalau tidak salah pertandingan harus diselesaikan dalam lima set,'' kata pemain yang berposisi sebagai open spiker ini.
Lia mengatakan, ke depan dirinya memantapkan diri untuk menjadi anggota Polisi Wanita (Polwan). ''Kalau ada kesempatan, usai tamat SMA nanti saya akan mendaftar menjadi polwan. Saya ingin secepatnya tidak bergantung pada orangtua,'' tandas gadis yang memakai behel gigi ini.
(Nurul Muttaqin/CN26)