
BLORA, suaramerdeka.com - Persikaba berharap banyak kehadiran kapten Andri Mulyono Jati mampu meredam kecepatan lari sejumlah pemain Persipur Purwodadi. Pemain asli Ngawen itu di dua pertandingan sebelumnya absen lantaran menjalani hukuman setelah mendapatkan kartu merah.
Di dua laga away itupun tim berjuluk Laskar Arya Penangsang tersebut kalah dari lawannya. Yakni dengan skor 0-1 ketika dijamu Persebi Boyolali dan PSISra Sragen. Hanya bisa kembali diturunkannya Andri Mulyono Jati, bukan berarti menjadi jaminan pertahanan Persikaba tidak mudah dibobol pemain Persipur.
Para pemain asuhan pelatih Agus Riyanto itu harus bekerja ekstra keras menjinakan kolektifitas permainan tim
tuan rumah. Persikaba akan bertanding melawan Persipur di Purwodadi dalam lanjutan laga Kompetisi Divisi I grup VI, Minggu (26/2).
"Persipur selama ini dikenal sebagai tim yang mengandalkan kolektifitas permainan. Namun bukan berarti tidak ada pemain yang dominan di tim tersebut. Pemain itu harus dikunci agar permainan Persipur tidak bisa berkembang," ujar Manajer Persikaba, Amin Faried, Rabu (22/2).
Persikaba dan Persipur sebelumnya pernah bertanding di putaran pertama Divisi I. Ketika itu bertanding di kandang sendiri Persikaba tak mampu meraih kemenangan. Laga berakhir imbang 1-1.
"Ketika itu kami kurang beruntung. Gol Persipur dicetak dari bunuh diri pemain kami. Bola menyentuh badan kapten Andri Mulyono Jati sehingga kiper Blora salah langkah mengantisipasi bola," tandas Amin.
Berbekal pernah bertanding melawan Persipur, tim pelatih Persikaba, kata Amin, telah mengetahui gaya permainan tim berjuluk Laskar Petir tersebut. Beberapa pemain Persipur memiliki kecepatan lari dan kelincahan menggiring si kulit bundar.
Pemain itu di antaranya Rendy Samoal dan juga Frangki Mahendra yang di musim lalu pernah memperkuat Persikaba. Untuk meredam permainan tersebut, pemain Persikaba harus melakukan pressing ketat.
(Abdul Muiz/CN26)