
JAKARTA, suaramerdeka.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang bakal dihelat di Riau, September mendatang, masih membutuh anggaran banyak. Hingga kini, dana yang diinginkan panitia sebanyak Rp 296 miliar.
Menurut Ketua Panitia PON Rusli Zainal, sejauh ini pihaknya baru menerima anggaran senilai Rp 150 miliar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dana tersebut dialokasikan untuk operasional dan penyelesaian pembangunan tempat pertandingan (venue).
Pihaknya yakin kekurangan anggaran sebesar Rp 296 miliar yang dinantikannya itu bisa cair pada awal bulan depan. Dana itu dimintakan melalui APBD dan APBN. "Kalau tidak akhir bulan ini, ya awal bulan depan sudah cair. Sekarang masih proses," kata Rusli saat meninjau Sekretariat baru PON di FX Plaza, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2).
Pria yang juga Gubernur Riau ini menambahkan, dana yang akan diminta itu juga bakal dipakai untuk finishing tiga venue yang saat ini belum kelar. Ketiganya adalah cabang olahraga bowling, tenis dan biliar. "Tiga venue ini masih terus berjalan. Sebulan sebelum PON dimulai, semuanya harus selesai," ujarnya.
PON sendiri akan dibuka pada 9 September 2012. Pada ajang empat tahunan ini, akan mempertandingkan 39 cabang, sedangkan empat cabang lainnya masih menjadi perdebatan, yaitu berkuda, hoki, dansa dan drum band.
(Arif M Iqbal/CN26)