panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Februari 2012 | 21:52 wib
Mutiara Tirta Lahirkan Petenis PON
image

BERPOSE: Pelatih Djuma'at Hadiyanto (empat dari kiri) berpose bersama anak didiknya usai latihan di lapangan tenis PDAM Semarang hari ini. (suaramerdeka.com/Nurul Muttaqin)


DIDIRIKAN
15 tahun lalu, klub tenis Mutiara Tirta Semarang konsisten dalam membina petenis-petenis muda. Ditangani pelatih Djuma'at Hadiyanto, beberapa pemain yunior nasional berhasil dilahirkan dari klub yang latihan di lapangan tenis PDAM ini, di antaranya adalah Dwi Asmani (Palembang), Eko Septian (Semarang), dan Wine Pramustiningrum (Kendal).

Belum lama ini, tiga petenis mereka lolos dalam seleksi atlet jateng yang akan diturunkan ke PON, yakni Bangun Hartanto, Evita Febri, dan Prima Lestari. Djuma'at mengatakan klubnya sekarang memang konsen pada pembinaan dan persiapan atlet menuju PON XVIII/Riau.

Tidak hanya dari Jateng, petenis dari daerah lain yang bersiap turun ke ajang multievent itu, juga menimba ilmu di klub ini. Persentasenya, 40 persen dari Jateng, 60 persen dari luar Jateng.

"Itu dilakukan karena klub ini profesional. Operasional klub didapat dari kontribusi orangtua atlet. Meski begitu kami menerapkan subsidi silang. Kami berharap dapat menghasilkan mutiara, seperti nama dan visi klub kami, dari fasilitas yang ada," kata Djuma'at ketika mendampingi anak asuhnya latihan di lapangan tenis PDAM, Gajahmungkur, Semarang, Senin (20/2).

Mutiara Tirta kini membina 24 petenis. 18 di antaranya tinggal bersama Djuma'at dan mengikuti home schooling. Dari Senin hingga Jumat mereka latihan, baik pagi ataupun sore. Latihan dijatah dua jam pada pagi hari, dan 2,5 jam sore hari. "Itu sesuai batas minimal dari ITF (Federasi Tenis Internasional), yakni minimal 20 jam per minggu," terang Djuma'at.

Untuk menjaring petenis dari luar daerah, Djuma'at tidak melakukan promosi. Menurutnya, hasil positif petenisnya di lapanganlah yang akan dinilai oleh komunitas tenis nasional. Dari situ, permintaan untuk belajar di klubnya berdatangan.

Untuk meningkatkan kompetensi kepelatihan, Djuma'at dalam setahun sekali mengikuti workshop kepelatihan dengan mengundang pemateri dari luar negeri.

(Nurul Muttaqin/CN32)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Mei 2012 | 15:59 wib
Dibaca: 103
image
27 Mei 2012 | 15:32 wib
Sirkuit Bridge Gabsi Semarang
Kardani/Dwi Intoro Juara Minggu Keempat
Dibaca: 81
image
27 Mei 2012 | 15:19 wib
Dibaca: 101
image
27 Mei 2012 | 15:03 wib
Dibaca: 127
image
26 Mei 2012 | 20:35 wib
Dibaca: 644
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER