
BERTANDING: Sejumlah peserta bertanding dalam Turnamen Terbuka HUT PCKB di Mal Sri Ratu Pemuda, akhir pekan lalu. (suaramerdeka.com/ Hendra Setiawan)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Master nasional (MN) asal Semarang, Marwanto berjaya di Turnamen Terbuka HUT Persatuan Catur Kauman Baru (PCKB). Dia meraih poin terbanyak yakni 8 poin dalam event yang berlangsung di Mal Sri Ratu Pemuda, Minggu (19/2) itu.
Sementara di peringkat kedua disusul Suwiji yang juga dari Semarang dengan 6,5 poin. Sedangkan peringkat ketiga dan keempat diraih pecatur dari luar Kota Semarang. Mereka adalah MN Nurul Huda dari Batang dan Sugeng Prasetyo asal Jepara. Keduanya sama-sama mengumpulkan 6,5 poin namun berbeda dalam jumlah poin lawan yang dihadapi.
Ada pun unggulan dari Semarang lainnya yakni MN Joko Santoso hanya berada di peringkat ke-13 dengan 6 poin. Di event tersebut dirinya tampil di bawah performa sehingga gagal menampilkan permainan terbaik. Padahal di kualifikasi tingkat Kota, belum lama ini, Joko adalah pecatur terbaik dengan raihan poin terbanyak.
Marwanto sendiri bukanlah orang baru dalam dunia catur Kota Semarang. Dia adalah salah satu andalan Kota Lumpia di beberapa kejuaraan. Marwanto juga berhasil lolos kualifikasi catur tingkat Kota Semarang. Dari 10 pecatur yang disiapkan ke Pra-Porprov, Marwanto berada di peringkat ketiga.
"Secara keseluruhan, turnamen berlangsung baik. Terjadi beberapa kejutan, salah satunya tampilnya Marwanto sebagai juara dalam turnamen ini. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan catur di Kota Semarang dan sekitarnya sangat ketat," imbuh Ketua PCKB Syahrul Qirom.
Turnamen terbuka itu sendiri diikuti 124 pecatur. Tidak hanya dari Ibu Kota Jateng, beberapa atlet nasional dari berbagai daerah seperti Jawa Timur dan DI Yogyakarta juga ikut ambil bagian. Namun mereka masih belum mampu menunjukkan taringnya di Kota Lumpia.
Syahrul mengatakan, ini adalah kali kedua PCKB menggadakan turnamen. Sedangkan untuk kali pertama dilaksanakan dua tahun silam. Karena dibuka untuk umum, baik putra maupun putri, yunior maupun senior, jumlah pesertanya meningkat dua kali lipat. Sebelumnya hanya 60 peserta dan kini 124 peserta.
"Kegiatan ini untuk membantu mengasah kemampuan atlet-atlet Semarang yang dipersiapkan mengikuti Kejurprov dan Kualifikasi Porprov, tahun ini. Pengetahuan dan jam terbang akan semakin bertambah dengan menghadapi lawan yang berbeda beda karakter," imbuhnya.
(Hendra Setiawan/CN33)