
SEMARANG, suaramerdeka.com - Olahraga Squash selama ini memang masih menjadi olahraga yang minim penggemar. Apalagi di Jateng, hanya segelintir orang yang mau terlibat dalam olahraga asal Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jateng pun mengakui hal ini. Maka mereka saat ini terus berupaya memasalkan squash di daerah-daerah, khususnya Kota Semarang.
"Hal itu bertujuan agar proses regenerasi atlet squash bisa terus berjalan dengan baik. Kami juga terus menyiapkan program sosialisasi squash di beberapa daerah di Jateng. Salah satunya dengan mematangkan program pelatihan dengan tema Squash Fast Track yang rencananya akan segera digelar di Semarang,” kata pelatih Squash Jateng, Imam Prayitno.
Kegiatan Squash Fast Track, menurut Imam bertujuan untuk menjaring pemain muda yang nantinya bisa diproyeksikan tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2013 dan Pekan Olahraga Remaja Nasional (Pornas) 2013.
PSI Jateng juga terus menggelar beberapa program seperti program pengenalan squash, seperti yang dilaksanakan Januari lalu di lapangan squash kompleks Gelora Jatidiri Semarang. “Antusisme peserta cukup tinggi. Mereka diperkenalkan melalui pertandingan eksebisi, dan beberapa program lainnya,” sambung Imam.
Untuk saat ini, bibit-bibit squash di Jateng juga sudah mulai banyak terlihat. Terakhir, atlet muda daerah ini juga berprestasi di Kejurnas Yunior di Balikpapan, 2-5 Februari. Pada nomor U-23 putri, atet Jawa Tengah Elis Mustikawati sukses menggondol satu emas di event tersebut.
"Selain itu, ada Satria Bagus Laksana yang sukses mengawali debutnya di U-13 putra. Ia mengantongi perunggu di nomor U-15. Di nomor U-19 putri, satu atlet Jateng, Femi juga berhasil merebut medali perunggu. Hasil ini cukup positif bagi perkembangan dan penambahan jam terbang atlet muda,” papar Imam.
Selain terus memacu proses pembibitan, PSI akan mematangkan persiapan menuju kejuaraan internasional, Jabar Open, 26 April mendatang. Event ini menurut Imam akan dilakukan sebagai pemanasan sebelum tampil PON XVIII/2012 Riau.
“Kami akan menguji atlet-atlet yang diproyeksikan berangkat ke PON, terutama yang saat ini menghuni Pelatda. Selain itu kami juga bisa melakukan pemetaan kekuatan daerah lain di ajang tersebut,” tandasnya.
(Lanang Wibisono/CN26)