
SEBAGAI seorang pemain bola basket Kelompok Umur (KU) 18 tahun, prestasi Jimmy Renata Lie di kancah bola basket Jateng bisa dikatakan cukup mentereng. Beberapa kali remaja kelahiran Magelang, 17 Oktober 1993 ini memperoleh gelar Most Valuable Player (MVP) atau pemain terbaik di kejuaraan tingkat daerah.
Bahkan di Development Basketball League (DBL) 2010, dia juga memperoleh gelar bergengsi itu. Jimmy sapaan akrabnya, bersama Raymond Permata Ananda (putra SMA Pika Semarang), Lophy Mora Christya (pemain putri SMA Karangturi Semarang), dan Xaverius Wiwid (pelatih SMA Tritunggal Semarang) tergabung di klub putra-putri DBL All-Star.
Bahkan, 9 November 2011 lalu dia berkesempatan berangkat ke Amerika Serikat untuk melakukan pendidikan salama 10 hari. "Meski hanya sebentar, namun itu merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya dan teman-teman," tegas anak kedua pasangan Nugroho dan Rina Kusuma ini.
Siswa kelas 3 SMA Karangturi Semarang ini, sejak kecil memang sudah hobi bermain bola basket. Usia empat tahun, dia sudah akrab dengan olahraga yang pertama kali diciptakan oleh Dr James Naismith pada tahun 1891 ini. Sejak pindah dari Magelang ke Semarang tahun 2009, Jimmy kemudian bergabung dengan klub Sahabat Semarang.
Seimbang
Di klub terakhirnya ini, Jimmy terus mengasah bakatnya. "Menginjak bangku SMA, saya mulai serius memainkan olahraga ini. Untuk target saat ini, saya sangat ingin main di PON bersama tim Jawa Tengah," papar pemain yang berposisi sebagai point guard tersebut.
Terkait kesibukannya menjalankan hobi bermain bola basket, pemain yang memiliki cita-cita menjadi seorang manajer perusahaan ini mengaku tak kesulitan membagi waktu dengan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Jimmy sadar, pendidikan sangat penting selain cita-cita menggapai prestasi di olahraga.
"Antara hobi dan pendidikan harus seimbang. Saya juga tidak mau, karena sibuk di olahraga kemudian prestasi di seolah kacau. Intinya harus bisa membagi waktu antara hobi dan belajar," tegas pengidola LeBron James bintang Miami Heat ini.
Selain berprestasi di tingkat daerah, Jimmy juga memiliki ambisi untuk bisa tampil di level tertinggi liga bola basket di Indonesia, National Basketball League (NBL). Maka untuk itu dia akan terus memacu kemampuan agar dapat merealisasikan ambisinya dengan berlatih rutin di klub maupun di tim sekolah.
(Lanang Wibisono/CN26)