
LEVERKUSEN, suaramerdeka.com - Lionel Messi kembali mencetak rekor baru di kancah Liga Champions. Dengan tambahan satu gol ke gawang Bayer Leverkusen, striker asal Argentina itu sudah membukukan tiga rekor baru di Liga Champions.
Rekor pertama yang dibukukan Messi adalah menjadi pemain Amerika Selatan yang menjadi pencetak gol pertama di kompetisi antarklub Eropa. Hingga saat ini, Messi telah mencetak 45 gol di seluruh kompetisi antarklub Eropa, atau melewati pencapaian striker Peru yang bermain di Werder Bremen, Claudio Pizarro dengan 44 gol.
Rekor kedua yang ditorehkan pemain berjuluk El Pulga itu tercipta khusus di fase gugur Liga Champions, di mana dia sudah mencetak 19 gol selama babak knock-out Liga Champions. Torehan gol Messi sama dengan yang dimiliki Raul Gonzalez dan Andriy Shevchenko serta unggul atas Filippo Inzaghi (Juventus/AC Milan, 16) serta Wayne Rooney (Manchester United, 14).
Catatan gol Messi di babak knock out itu terdiri atas enam gol ke gawang Arsenal serta 12 gol ke tim lainnya seperti Real Madrid (dua), Manchester United (dua), Bayern Munich (dua), Celtic (dua), VfB Stuttgart )(dua), Olympique Lyon (satu) dan Shakhtar Donetsk (satu).
Dengan koleksi 44 gol di Liga Champions, Messi kini menempati peringkat enam pencetak gol terbanyak sepanjang masa membuntuti Raul (71), Ruud van Nistelrooy (56), Thierry Henry (55), Shevchenko (48) dan Inzaghi (46). Sementara, Cristiano Ronaldo berada di posisi 10 dengan koleksi 31 gol.
Terakhir, Messi tercatat sebagai pemain yang tajam meski bermain di luar Camp Nou. Dalam tujuh pertandingan terakhir di luar Camp Nou, Messi selalu mencetak gol dan untuk pertama kalinya, dia tercatat sebagai pemain pertama yang mampu melakukan hal tersebut.
Tak pelak, rekor Messi dan kemenangan 3-1 Barcelona atas Bayer Leverkusen itu menjadi pelipur lara bagi performa Barcelona di La Liga memang tengah menurun. Terakhir, mereka kalah 2-3 dari Osasuna pada akhir pekan lalu. Messi pun mensyukuri hasil yang diraih timnya dan menatap penuh optimisme langkah timnya baik Liga Champions maupun liga domestik.
"Ini adalah Liga Champions dan kami tahu sulitnya menghadapi tim di ranah Jerman. Kami harus mengubah peruntungan setelah hasil buruk yang diraih di liga. Untuk laga selanjutnya, pertadingan jelas akan semakin sulit. Tapi, kami akan terus berjuang hingga akhir," tandasnya usai pertandingan.
(Andika Primasiwi, GLCM,ds/CN26)