
JAKARTA, suaramerdeka.com - Delapan wasit yang memimpin jalannya pertandingan di kompetisi Indonesia Super League (ISL) dinilai tak layak untuk melanjutkan tugasnya. Mereka diberhentikan sementara karena telah melakukan kesalahan yang berujung pada protes pemain.
Delapan wasit itu, rinciannya adalah lima wasit murni dan tiga asisten wasit. Pemberhentian itu ditetapkan oleh PT Liga Indonesia (PT LI), selaku penyelenggara ISL, di Jakarta. “Kedelapan wasit itu diistirahatkan karena melakukan technical error, baik sedang, rendah maupun sangat berat. Ada yang diistirahatkan dengan jangka waktu tertentu dan ada juga yang didegradasi,” kata CEO PT LI Joko Driyono.
Guna mengganti wasit yang diistirahatkan tersebut, pihaknya bakal mengambil empat wasit terbaik yang saat ini memimpin laga di kompetisi Divisi Utama. Sebelumnya, PT LI telah meminta tiga instruktur untuk mengevaluasi kinerja wasit, mulai ISL bergulir sampai sekarang.
Instruktur terdiri atas Jimmy Napitupulu, Purwanto dan Joko Mulyono. Menurutnya, perangkat pertandingan yang telah dievaluasi, yakni 10 wasit dan 12 asisten wasit. Dari jumlah itu, delapan di antaranya perlu diganti karena dikeluhkan pemain saat memimpin laga.
Bahkan, empat laga di antaranya menuai protes keras dari pemain, masing-masing Persiwa Wamena menghadapi Persiba Balikpapan pada 5 Desember 2011, Sriwijaya FC melawan Persija Jakarta pada 18 Desember 2011, Persiba Balikpapan menjamu Pesisam Samarinda pada 22 Januari 2012, dan Arema Indonesia lawan PSMS Medan pada 22 Januari 2012.
Selain kinerja wasit, PT LI juga mengevaluasi sejumlah persoalan kompetisi ISL serta pelanggaran yang dilakukan para pemain. Untuk indikator fair play, kemenangan kandang sebesar 57 persen, kemenangan tandang 20 persen dan hasil imbang 23 persen.
Joko menambahkan bahwa angka tersebut masih bisa dikatakan normal, lain halnya jika prosentase kemenangan kandang mencapai 70 persen. “Akan berbahaya jika angka 57 persen itu mencapai 70 persen,” jelasnya.
Pria asal Ngawi, Jawa Timur ini menambahkan, evaluasi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas kompetisi yang mereka adakan dengan meminta masukan dari teman-teman klub untuk mempertahankan kualitas kompetisi.
(Arif M Iqbal/CN26)