
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pecatur MN Suwiji belum terbendung dalam kualifikasi catur Kota Semarang, Minggu (29/1). Sementara ini, dia masih memimpin perolehan poin dari peserta lainnya. Dari tiga babak, pecatur senior itu memimpin dengan torehan tiga poin hasil selalu menang.
Ada pun menyusul di peringkat kedua dan ketika yakni Jumadi MN dan Hartono MN yang sama-sama mengumpulkan 2,5 poin, hasil dari dua kali kemenangan dan sekali seri. Keduanya hanya berbeda jumlah total poin dari lawan-lawannya yang pernah dihadapi.
Bersama-sama 17 pecatur lainnya, mereka masih akan menyelesaikan enam babak tersisa, dalam agenda penjaringan atlet terbaik di Kota Lumpia. Nantinya, 10 pecatur dengan poin terbanyak akan diproyeksikan membela Semarang di kualifikasi Porprov 2012 dan Porprov 2013 di Banyumas.
"Seleksi bersifat terbuka. Tidak hanya pecatur senior yang boleh ikut serta, tetapi juga yunior. Namun dalam penilaian poin tahn lalu, lebih didominasi pecatur senior. Kami bersikap objektif dalam memilih atlet. Tidak didasari sikap suka atau atau tidak suka," kata Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Semarang Safi'i.
Dia menjelaskan, seleksi yang berlangsung di RM Sompoerna, Randugarut Kecamatan Tugu Semarang itu menggunakan sistem swiss sembilan babak, catur klasik 61 menit. Nantinya, akan dipilih 10 pecatur terbaik untuk mewakili Ibu Kota Provinsi Jateng.
Atlet-atlet yang meraih medali di Porprov Solo 2009 lalu juga meramaikan seleksi itu. Seperti Joko Santoso MN, Narsio MN, Jumadi MN yang menyumbangkan emas di nomor beregu. Kemudian Yusuf Hermawan MN yang meraih perak di nomor perorangan. Mereka akan bersaing dengan pecatur-pecatur lainnya.
"Pekan depan, kami masih akan mengadakan seleksi lanjutan untuk mempertandingan babak yang terisa. Kami memang sengaja tidak mempertandingkan seluruh babak secara langsung dengan pertimbangan kesehatan pemain. Bagaimana pun juga, dibutuhkan stamina yang kuat untuk melakoni setiap pertandingan," ujarnya.
(Hendra Setiawan/CN26)