
SEMARANG, suaramerdeka.com - Ada yang baru di tribune penonton saat laga PSIS menjamu Persikab di Stadion Jatidiri, Sabtu (28/1) lalu. Dirigen salah satu kelompok suporter menggunakan kostum yang mirip-mirip dengan tokoh wayang Gatotkaca atau Hanoman, di sisi selatan stadion.
Sejauh ini, hadirnya maskot PSIS di kalangan suporter ini memang baru pertama kali terjadi. Berbeda dengan tim-tim lainnya yang sudah memiliki maskot. Seperti Persiku Kudus yang identik dengan julukan Macan Muria. Di setiap laga, setidaknya ada salah satu suporter yang berdandan dan menghiasi tubuhnya seperti macan.
Persebaya Surabaya juga tidak mau kalah. Mereka memiliki maskot yakni seorang pria tambun yang tubuhnya dihiasi warna hijau seperti layaknya bajul ijo (julukan Persebaya). Hadirnya maskot ini memberikan warna berbeda di setiap laga. Tak hanya memberi kepercayaan diri bagi para pemain, namun juga menambah semangat suporter meneriakkan yek-yel kebanggaan.
Kirun yang menjadi maskot wayang tersebut mengungkapkan, sebelumnya, dirinya telah berencana untuk menggunakan kostum wayang dalam laga PSIS melawan PSIS. Selain memberikan nuansa berbeda, hadirnya sosok penghibur itu memang sudah dinanti-nanti publik Semarang.
"Kreatif yang positif perlu didukung. Selain nyanyian dan yel-yel, kami juga menghadirkan tokoh wayang saat PSIS bertanding," imbuh pria yang juga salah satu dirigen suporter Semarang itu.
Sementara itu, Donny Siregar cs mengenakan pita hitam di lengan kiri saat bertanding untuk mengenang salah seorang Evik Teri Aranggara (19) yang meninggal karena bentrok, beberapa waktu lalu. Aksi ini sebagai salah satu bentuk kepedulian dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Mengheningkan cipta juga dilakukan beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Pemain dan seluruh suporter menundukkan kepala sejenak mendoakan sosok yang selalu setia mendukung tim kebanggaan warga Kota Semarang baik di laga kandang maupun tandang.
(Hendra Setiawan/CN26)