panel header
CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Maret 2010 | 14:57 wib
Devi Rachmasari
Impikan Bertanding di PON
image

Kecil-kecil cabe rawit. Begitulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan sosok Devi Rachmasari, pesilat muda Semarang. Bagaimana tidak, di usianya yang akan menginjak 11 tahun, gadis kelahiran 10 Maret 1999 ini sudah menorehkan sejumlah prestasi cemerlang dari arena pencak silat melalui berbagai kejuaraan dan perlombaan.

Sebagai contoh, tengoklah prestasi terakhir yang ditorehkannya di Popda Antar SD se-Kota Semarang baru-baru ini. Dalam event itu, ia berhasil meraih emas setelah mengumpulkan nilai tertinggi yakni 402, unggul telak dibandingkan para pesaingnya. Sebelumya, ia juga telah meraih beberapa prestasi lain seperti emas pada pra-Popda antar kecamatan 2010, perak di Libels Cup dan perunggu di Galih Cup 2009.

Meski demikian, putri pertama pasangan Edi Susapto dan Puji Handayani ini mengaku masih belum puas atas torehan prestasinya sekarang. Devi mengatakan, torehan prestasi itu masih merupakan langkah awal dirinya untuk menggapai impian dan cita-cita yang lebih tinggi lagi. "Saya masih muda dan masih bisa berkembang lebih baik lagi. Rencana ke depan, saya berkeinginan membela Jateng di ajang PON," katanya.

Dikatakan, berlaga di PON memang sudah menjadi sebuah impian yang diretas gadis bertinggi 150 cm dan berat 41 kg ini sejak mulai turun ke arena pencak silat. Ia menyadari, untuk mewujudkan impiannya itu butuh kerja keras dan disiplin tinggi, mengingat akan banyak rintangan dan kendala yang akan mengadang langkahnya.

Dari Ayah

Devi menuturkan, mengenal pencak silat dari sang ayah yang kebetulan juga mendalami seni beladiri asli Indonesia ini. Diakuinya, sang ayah banyak membantu pengembangan dirinya dalam mempelajari pencak silat. "Ayah banyak memberikan masukan-masukan bagi saya. Hal inilah yang banyak membantu perkembangan saya di silat," tambahnya.

Selain berlatih secara mandiri, gadis yang tinggal di Perum Gedawang Permai nomor 2A ini juga bergabung dengan perguruan silat Benteng Diri Indonesia untuk mengasah dan menambah kemampuan tekniknya. Ia selalu berlatih sebanyak dua kali dalam sepekan bersama rekan-rekan seperguruannya di bawah asuhan pelatih Djimmie Dompas.

Dikatakan, jadwal latihannya tidak sampai mengganggu kegiatannya sebagai siswa di SDIT Al-Kamilah Semarang. Ia mengaku, kegiatan di sekolah tidak terganggu dengan jadwal latihan dan "kehidupan" sebagai atlet. Malahan, prestasi akademiknya juga ikut meningkat seiring meningkatnya prestasi di arena pencak silat.

"Ini patut saya syukuri, mengingat saya selalu menganggap pendidikan sebagai hal utama karena menyangkut masa depan. Makanya sebisa mungkin, selain berprestasi di Silat, saya juga tetap berprestasi di jalur akademik," tandasnya.

(Andika Primasiwi/gusti_an)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
11 Februari 2012 | 08:13 wib
Dibaca: 687
image
11 Februari 2012 | 08:02 wib
Dibaca: 736
image
11 Februari 2012 | 07:44 wib
Dibaca: 426
image
11 Februari 2012 | 07:28 wib
Dibaca: 330
image
11 Februari 2012 | 07:14 wib
Dibaca: 375
Panel menu tepopuler dan terkomentar
01 Februari 2012 | 10:08 wib
01 Februari 2012 | 20:32 wib
06 Februari 2012 | 23:27 wib
01 Februari 2012 | 17:47 wib
03 Februari 2012 | 21:59 wib
FOOTER