
Bagi kalangan atlet, usia 40 mungkin dianggap sebagai usia yang tepat untuk pensiun dari hingar-bingar dunia olahraga. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Timothy Lie, pejudo senior asal Semarang.
Ya, bagi pejudo ini, usia bukan merupakan suatu halangan untuk terus meraih prestasi yang lebih tinggi. Terbukti dengan usia yang telah mencapai angka 40, pejudo kelahiran 31 Oktober 1969 ini masih mampu berbicara banyak di berbagai kejuaraan judo, baik tingkat lokal maupun nasional.
Tercatat, ia pernah meraih posisi runner up pada kompetisi judo se-Indonesia tahun 2007 serta menjadi juara pertama nomor "Nage No Kata" pada kejurnas Wismoyo Cup di lapangan Tenis Indoor Kodam Jaya/Jayakarta, Jakarta, pada Juli 2009. Melalui nomor yang sama, Timothy juga berhasil menyumbangkan emas bagi Semarang di Porprov Solo.
Timothy mengaku, untuk saat ini dirinya memang lebih memfokuskan diri pada nomor "Nage No Kata". "Faktor usia juga berpengaruh sehingga tidak memungkinkan saya untuk berlaga di kelas lain selain "Nage No Kata"," tambahnya.
Pria yang sudah menekuni judo sejak tahun 1988 ini, mengaku, belum mau pensiun dari olahraga yang telah membesarkan namanya ini. Bahkan,Timothy juga berharap dengan usianya yang tidak muda lagi, nantinya bisa ikut berlaga di PON 2012 dan meraih prestasi di ajang tersebut sekaligus bisa mengembangkan dirinya ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan sekarang.
"Saya ingin terus berlaga hingga kondisi tubuh saya dirasa tidak mampu lagi untuk bertanding dan sudah tidak dibutuhkan kembali," tambah pejudo dengan tinggi 165 cm dan berat badan 65 Kg ini.
Tularkan Ke Anak
Timothy mengaku tidak segan untuk menularkan ilmu kepada semua orang termasuk kepada anak-anaknya. Ia mengaku salah seorang anaknya yakni Lie Grace Nathalia, telah menjadi seorang pejudo seperti dirinya dan sudah mampu berprestasi baik di tingkat lokal maupun nasional.
"Prestasi terakhir yang ditorehkan anak saya adalah menyumbangkan medali emas dan perak bagi Semarang di ajang Porprov. Ini jelas sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya," tutur pejudo yang tinggal di Jalan Candi Mutiara Timur 1, Perum Pasadena ini.
Selain menularkan ilmu pada anaknya, Timothy juga tidak segan menularkan ilmunya kepada orang lain. Makanya, Timothy juga menjadi pelatih di "dojo" YSKI Judo Club untuk melatih pejudo yunior dengan rataan usia 8-10 tahun.
Ia mengaku kesibukannya sebagai pelatih, tidak mengganggu kegiatannya sebagai karyawan PT Ekadarma di Kompleks Puri Anjasmoro. Karena, ia selalu melatih murid-muridnya saat jam kerja di kantornya usai.
Timothy berharap, nantinya dengan ilmu yang ia tularkan, mampu melahirkan pejudo-pejudo berbakat, yang mampu membawa prestasi bagi kota Semarang bahkan Jateng.
(Andika Primasiwi/gusti_an)