
Semarang, CyberNews. Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng Anwari menegaskan, pembentukan tim bulu tangkis Jateng yang diterjunkan dalam kejurnas tahun ini melalui seleksi yang fair. Artinya, tidak ada faktor suka atau tidak suka terhadap daerah dan klub tertentu. Intinya, Jateng ingin memilih atlet terbaik di provinsi ini.
Anwari menjelaskan, sudah dari dulu dalam setiap pembentukan tim kejurnas selalu diambilkan dari seleksi kejurda dan mereka yang memiliki peringkat atas nasional. Demikian pula dalam Kejurnas kali ini, para atlet yang dipanggil menjadi tim Jateng adalah sebagian dari hasil dari Moenadi Cup 2009 dan posisi atas rangking nasional. Sebagai misal, untuk tim tunggal putri dewasa, dua atlet dari peringkat nasional, dan dua atlet lagi dari hasil Moenadi Cup.
"Jika kami memaksakan semua atlet peraih rangking nasional untuk menjadi tim kejurnas, sudah pasti didominasi pemain PB Djarum. Oleh karena itu kami menggabungkan antara rangking nasional dan hasil kejurda dengan tujuan merangsang pembinaan daerah," kata pria yang sudah berpengalaman membentuk tim bulu tangkis Jateng sejak tahun 1977 itu.
Diakui Anwari tim kejurnas Jateng saat ini memang didominasi para pemain PB Djarum. Tetapi itu merupakan hasil model seleksi yang fair yang memang para juaranya adalah para pemain dari klub yang terkenal menghasilkan atlet kelas dunia itu.
"Kita ingin membentuk tim terbaik di kejurnas. Perkara hasilnya yang didominasi para pemain PB Djarum, ya harus kita akui pembinaan yang dilakukan klub tersebut memang lebih baik," katanya.
(Kundori Rakasiwi/gusti_an)