panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Agustus 2010 | 17:07 wib
Pekerjaan Pengaruhi Penyebab Kematian
image

TAHUKAH Anda, jenis pekerjaan ternyata berpengaruh terhadap penyebab kematian seseorang. Hal ini merupakan hasil temuan dalam satu studi terbaru.

Sejumlah ilmuwan Inggris mendapati bahwa tukang cat, tukang pasang batu, dan pembuat atap rumah berisiko dua kali lebih besar dari angka rata-rata kematian akibat penyalahgunaan obat. Temuan itu berdasarkan analisis 1,6 juta kematian selama satu dasawarsa.

Studi juga mendapati nelayan komersial, tukang masak dan staf bar berisiko lebih besar untuk menemui kematian akibat alkohol. Bahkan, pembuat pakaian juga penata rambut memiliki risiko sembilan kali lebih besar dari risiko rata-rata kematian akibat HIV/AIDS.

"Studi ini memperlihatkan ada perbedaan utama antara kelompok pekerja di dalam resiko kematian mereka akibat narkotika dan penyakit yang berkaitan dengan alkohol," kata pemimpin tim peneliti, Dr David Coggon, dari Medical Research Council di Southampton, Inggris.

Coggon menambahkan, studi diterbitkan di jurnal Occupational Medicine itu dapat membuka metode pencegahan baru. "Temuan ini penting sebab semua itu menunjukkan kesempatan baik bagi campurtangan yang tertuju guna mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan," kata Coggon, dikutip Reuters Life!.

Tim peneliti itu menganalisis kematian, baik laki-laki maupun perempuan berusia 16-74 tahun di Inggris dan Wales selama kurun waktu 1991-2000.

Dari analisa, diketahui bahwa nelayan komersial berisiko tinggi mengamali kematian akibat serangan cirrhosis (liver kronis) dan penyakit lain yang berkaitan dengan alkohol, juga kecelakaan seperti jatuh dari tangga.

Mereka menemukan risiko kematian lebih tinggi dari rata-rata akibat HIV/AIDS di kalangan lelaki tukang jahit dan perancang pakaian dan lelaki penata rambut. Tak hanya itu, peristiwa keracunan obat ternyata tinggi di kalangan pria tukang cat, pembuat dekorasi, tukang pasang batu, tukang plester tembok dan pembuat atap rumah.

"Meskipun kelihatan tidak terlalu jelas, tempat kerja juga menjadi lokasi yang baik untuk menyediakan informasi kesehatan mengenai prilaku seks yang aman, sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan," tukas Dr Olivia Carlton, Presiden Society of Occupational Medicine.

(ant/CN16)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
07 Februari 2012 | 10:09 wib
Dibaca: 275
image
06 Februari 2012 | 15:37 wib
Dibaca: 323
image
02 Februari 2012 | 11:53 wib
Dibaca: 559
image
01 Februari 2012 | 15:49 wib
Dibaca: 719
image
31 Januari 2012 | 12:42 wib
Dibaca: 724
Panel menu tepopuler dan terkomentar
01 Februari 2012 | 15:49 wib
02 Februari 2012 | 11:53 wib
06 Februari 2012 | 15:37 wib
07 Februari 2012 | 10:09 wib
FOOTER