panel header
BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Februari 2010 | 15:51 wib
Vaksin TT Bukanlah Alat Kontrasepsi Terselubung
image

Dok, saya sebulan lagi akan menikah. Dari KUA ternyata dianjurkan untuk suntik TT. Apakah itu perlu dok? Kalau saya tidak suntik, apakah berbahaya?karena banyak yang bilang kalau suntik TT akan menghambat kehamilan. Tolong penjelasannya. Terimakasih.

Erna, Pati

Jawaban:
Sebelumnya saya ucapkan selamat ya mbak, semoga pernikahan Anda berjalan dengan lancar.

Sebenarnya imunisasi TT perlu dilakukan oleh wanita sebelum menikah terutama untuk ibu hamil, karena  Imunisasi TT atau Toksoid Tetanus dapat memberikan kekebalan tubuh pada ibu hamil agar janin terhindar dari Tetanus Neonatarum.

Tetanus neonatarum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di sebagian besar Negara berkembang dimana cakupan pelayanan kesehatan antenatal dan imunisasai TT kepada ibu hamil masih rendah. Namun selama 5 tahun terakhir insiden tetanus neonatarum ini menurun drastis karena pemberian imunisasi TT ibu hamil.
 
Sebagian besar bayi yang terkena tetanus biasanya lahir dari ibu yang tidak pernah mendapatkan imunisasi TT dan persalinan yang dilakukan kurang steril. Penyakit ini muncul biasanya disebabkan oleh masuknya spora tetanus melalui punting tali pusat yang dipotong dengan alat yang tidak steril maupun tali pusat yang dibalut dengan pembalut yang tidak steril atau karena diberi ramuan-ramuan yang terkontaminasi oleh spora tetanus.

Imunisasi TT yang pertama bisa dilakukan kapan saja, misalnya sewaktu remaja. Lalu TT2 dilakukan sebulan setelah TT1 (dapat memberikan perlindungan selama tiga tahun). Tahap berikutnya adalah TT3, dilakukan enam bulan setelah TT2 (perlindungan enam tahun), kemudian TT4 diberikan satu tahun setelah TT3 (perlindungan 10 tahun), dan TT5 diberikan setahun setelah TT4 (perlindungan 25 tahun). Untuk ibu hamil minimal harus sudah mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2 kali. Karena imunisasi 1 kali belum dapat memberikan kekebalan pada bayi yang baru lahir terhadap penyakit tetanus, sehingga bayi umur kurang dari 1 bulan bisa terkena tetanus melalui luka tali pusat.

Sangkaan bahwa vaksin TT tak ubahnya alat kontrasepsi terselubung yang membuat perempuan terlambat hamil adalah tidak benar. Vaksin TT bukanlah alat KB terselubung seperti yang diduga oleh banyak orang. Rumor ini sudah beredar sejak lama sekali. Tapi pada kenyataannya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia tetap tinggi sampai sekarang. Logikanya, jika vaksin TT merupakan KB terselubung dari pemerintah, pastilah pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak akan secepat ini. Jadi sebaiknya jangan ragu untuk melaksanakan program pemerintah untuk imunisasi TT, demi kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan.

[Dr. Diyah Ika Murianto]

======

Untuk pembaca yang ingin berkonsultasi, silahkan mengirimkan email ke: vallen@suaramerdeka.com

(Nv@/CN15)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
08 Februari 2012 | 15:14 wib
Dibaca: 287
image
07 Februari 2012 | 10:09 wib
Dibaca: 816
image
06 Februari 2012 | 15:37 wib
Dibaca: 509
image
02 Februari 2012 | 11:53 wib
Dibaca: 681
image
01 Februari 2012 | 15:49 wib
Dibaca: 869
Panel menu tepopuler dan terkomentar
01 Februari 2012 | 15:49 wib
07 Februari 2012 | 10:09 wib
02 Februari 2012 | 11:53 wib
06 Februari 2012 | 15:37 wib
08 Februari 2012 | 15:14 wib
FOOTER