panel header
AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 November 2009 | 12:07 wib
Persepsi Keliru Tentang Kanker Payudara
image

Kanker payudara, saat ini menjadi momok bagi perempuan. Semakin terlihat mengerikan karena beredarnya berbagai persepsi yang salah tentang penyakit ini. Oleh karena itu, setiap perempuan harus benar-benar memahami apa saja yang terjadi dalam tubuhnya.

Benjolan di payudara bukan selalu merupakan pertanda kanker. Faktanya, delapan puluh persen benjolan di payudara bersifat jinak, yang berarti, tidak bersifat kanker. Meski demikian, Anda perlu waspada. Jika Anda menemukan gumpalan di payudara, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter dan melakukan mamografi jika dokter menganjurkan.

Satu lagi yang membuat ngeri, yakni adanya anggapan yang beredar, bahwa mamografi bisa menyebabkan kanker! Padahal, anggapan itu sama sekali tidak benar. Mamografi, penggunaan sinar-X pada payudara, tidak menyebarkan kanker. Baik radiasi sinar-X maupun tekanan saat tes tidak bisa menyebarkan kanker. Justru, mamografi merupakan cara deteksi dini terbaik pada perempuan berusia di atas 40.

Penanganan kanker payudara pun, banyak yang belum paham betul. Mastectomy (pengangkatan satu atau kedua payudara) bukan satu-satunya cara menyembuhkan kanker payudara dan mencegahnya kambuh kembali.

Menurut presiden  National Research Center for Women & Families Dr. Diana Zuckerman, sangat sedikit perempuan yang terdiagnosis menderita kanker payudara perlu mastectomy. Zuckerman menyatakan, 75% dari perempuan yang menderita kanker payudara setiap tahunnya tidak akan memerlukan mastectomy dan hanya akan bergantung pada kemoterapi, radiasi dan lumpectomy (operasi pengangkatan benjolan dari payudara yang terkena kanker).

Ada lagi satu anggapan keliru yang membuat ngilu, bahwa kanker payudara bersifat fatal, alias bisa menyebabkan kematian. Faktanya, menurut Zuckerman, kanker payudara itu sendiri tidak fatal. "Yang membuat fatal adalah jika kanker menyebar ke bagian tubuh lain hingga simpul limpa, paru-paru dan organ lainnya." Kanker juga bisa menyebar ke tulang dan darah, yang bisa meningkatkan risiko kematian. Karena itu, sangat penting melakukan deteksi dan penanganan dini sebelum kanker menyebar.

(MHS/dila)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
08 Februari 2012 | 15:14 wib
Dibaca: 519
image
07 Februari 2012 | 10:09 wib
Dibaca: 1171
image
06 Februari 2012 | 15:37 wib
Dibaca: 674
image
02 Februari 2012 | 11:53 wib
Dibaca: 764
image
01 Februari 2012 | 15:49 wib
Dibaca: 1026
Panel menu tepopuler dan terkomentar
07 Februari 2012 | 10:09 wib
01 Februari 2012 | 15:49 wib
02 Februari 2012 | 11:53 wib
06 Februari 2012 | 15:37 wib
08 Februari 2012 | 15:14 wib
FOOTER