
Saya sangat berterima kasih dengan adanya program konsultasi ini. Saya adalah seorang karyawati di perusahaan swasta. Sampai saat ini saya merasa gelisah, apakah saya ini masih perawan apa tidak. Ada peristiwa yang tak pernah bisa saya lupakan.
Waktu saya masih kecil, sekitar 12 tahun, saya tidak mengerti apa itu hubungan intim. Saat itu ada saudara jauh yang mengajak tidur. Tanpa tahu apa maksudnya, dia membuka rok saya. Menindih, dan saya merasakan ada sesuatu yang masuk ke lubang kemaluan saya. Saya tidak merasakan ada yang nyeri. Sekarang usia saya 25 tahun.
Apakah saya masih perawan? Apakah selaput dara saya sudah robek? Saya tunggu balasannya.
dinda [xxxna@yahoo.com]
Jawab:
Kami tidak mendapatkan informasi yang lengkap tentang peristiwa masa lalu Anda. Bagaimana proses "keintiman" yang Anda maksudkan itu? Apakah hanya sekali, berapa lama, dan apa yang Anda rasakan? Kami juga tidak mendapatkan data, apakah saudara jauh itu seusia Anda, lebih tua, atau sudah dewasa. Kedewasaan penting untuk mengira apakah sudah terjadi hubungan intim yang sempurna. Karena kalau saudara jauh itu hanya seumuran Anda, barangkali belum terjadi hubungan intim yang sempurna. Apalagi, Anda menyatakan tidak ada rasa nyeri saat hubungan itu.
Tapi, inti masalahnya bukan di situ. Bagi kami, sepanjang Anda tidak secara rela menyerahkan diri Anda pada seorang lelaki, selama itu juga Anda masih perawan. Itu yang harus Anda yakinkan. Keperawanan letaknya tidak pada utuh atau robeknya selaput dara, tapi dari bagaimana proses robeknya selaput tersebut. Jika Anda tidak tahu, "diperkosa secara halus" oleh saudara jauh itu, maka yakini saja Anda masih perawan. Karena, Anda secara nyata memang belum pernah menyerahkan diri kepada lelaki mana pun.
Masalah robek atau tidaknya selaput dara, itu soal teknis. Yang penting, secara filosofis, Anda utuh dan belum terjamah. Anda perawan dalam arti yang sesungguhnya.
Demikian, semoga puas.
(/)