panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Mei 2013 | 20:38 wib
Alat Peraga Kampanye Dirazia, PDIP Protes
.

SALATIGA, suaramerdeka.com - Tim gabungan yang terdiri ats Satpol PP, TNI, Polres, dan Panwaslu melakuakn operasi penertiban alat peraga kampanye di Salatiga yang dinilai liar atau tidak berizin. Dari operasi itu, diamankan ratusan soanduk, banner, baliho, dan bendera parpol.
 
Penertiban yang dipimpin Kepala Satpol PP Kusumo Aji SH dan Ketua Panwaslu Mashuri AK dimulai pukul 09.00 Wib dan selesai pukul 13.00 Wib. Hasil penertiban 65 buah baliho, 218 banner, 16 spanduk dan 40 bendera diamankan di kantor Satpol PP.

Mashuri AK mengatakan, penertiban ini dilakukan setelah sebelumnya Panwaslu melakukan sosialisasi agar pimpinan parpol dan tim sukses pasangan cagub-wagub melakukan penertiban sendiri.

"Pelanggaran yang paling banyak adalah tidak membayar reribusi ke pemerintah kota, dipasang di kawasan bebas atribut seperti dekat kantor pemerintah, tempat ibadah, tempat pendidikan dan kawasan militer," ucap Mashuri.

Mashuri menjelaskan, dasar penertipan ini adalah Perwali, dikarenakan Perwali terbaru belum diterbitkan, maka menggunakan Perwali lama. Kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) belum masuk dalam Perwali lama sehingga di kawasan tersebut tidak ada penertiban alat peraga kampanye.

Namun, dari hasil operasi itu, tim sukses Cagub-cawagub, Ganjar-Heru, memprotes aksi razia yang dinilai membabi buta. Pasalnya, beberapa spanduk dan baliho yang terpasang utamannya dari PDIP telah membayar retribusi.

Ali Murtado, salah satu tim sukses cagub Ganjar-Heru menanyakan mekanisme pencopotan baliho ke kantor Panwas, Selasa (7/5). Ali mengaku, puluhan baliho tang terpasang dan sudah membayar retribusi tetap saja kena razia.

"Kami memasang baliho sudah berizin disertai lokasi pemasangan. Tetapi mengapa tetap saja spanduk kami dirazia. Padahal kami juga sudah membayar retribusi," kata Ali Murtado yang juga pengurus DPC PDIP Salatiga ini.

Menurut Ali Murtado, jika dari awal sebuah kawasan tidak boleh dipasang baliho seharusnya diberti tahu. Jangan setelah dipasang kemudian dirobohkan.

Menanggapi hal itu Kepala Satpol PP Salatiga Kusumo Aji mengatakan, bahwa meskipun pemasangan baliho sudah berizin tetapi jika pemasangannya kurang tepat, tetap akan dilakkan penertiban. Misalnya baliho alat peraga kampanye tidak boleh di sekitar tempat pendidikan, rumah sakit, dan pasar.

( Moch. Kundori / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



Panel menu
Pilkada Terbaru
Index Berita
16 April 2014 | 17:52 wib
Dibaca: 696
18 Agustus 2013 | 11:15 wib
Memeriahkan HUT Ke-68 Kemerdekaan RI
Dua Ribu Layang-layang Hiasi Banjirkanal Barat
Dibaca: 1140
20 Juni 2013 | 20:23 wib
Dibaca: 928
19 Juni 2013 | 20:20 wib
Dibaca: 653
17 Juni 2013 | 20:05 wib
Dibaca: 819
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER