panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Mei 2013 | 23:51 wib
Tiga Cagub Sepakat Tak Gugat Hasil Pilgub ke MK

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tiga calon gubernur menyatakan, tidak akan menggugat hasil Pilgub Jateng ke Mahkamah Konstitusi. Syaratnya, semua tim sukses menjalankan kampanye secara santun, tanpa politik uang dan tanpa kecurangan. Calon incumbent Bibit Waluyo mengatakan, dirinya akan menerima apapun hasil Pilgub, meski kalah tipis sekalipun.

"Saya tergantung KPU saja, terima saja. Tidak usah ke Mahkamah Konstitusi segala," katanya, dalam acara Rakor Stakeholder Pilgub Jateng 2013 di Hotel Horison, Rabu (1/5) malam.

Hal senada dikatakan Cagub dari PDIP, Ganjar Pranowo. Menurutnya, pengalaman di pemilihan kepala daerah lain, banyak yang berujung sengketa di MK. Hal itu dikarenakan, pihak yang kalah merasa dicurangi.

Pada beberapa Pilkada, kecurangan itu memang nyata terjadi dan menjadikan hasil pemilihan tidak saha atau harus diulang.

"Tapi jika Pilgub Jateng berjalan fair, tanpa kecurangan. Meski beda tipis, siapapun harus menerima hasilnya," jelas calon nomor urut tiga itu.

Calon nomor urut satu, Hadi Prabowo pun demikian. Menurutnya, tidak ada yang harus dipersoalkan jika Pilgub berjalan tertib dan damai.

"Kami sudah beri arahan pada kader agar semua berjalan kondusif. Kami mau menang tanpa ngasorake," tukasnya.

Mengenai kekhawatiran pada politik uang, Bibit mengatakan dirinya tidak akan melakukannya. Sebab ia sudah berkampanye selama lima tahun sebagai gubernur. Lagipula, politik uang untuk ajang sekelas Pilgub menurutnya tidak mungkin.

"Saya sudah kampanye lima tahun, mau apa lagi? Aku yo ora nduwe duit, mau memberi uang rakyat di 35 kabupaten itu duite sopo. Butuh duit sak truk itu," katanya.

Menurut Ganjar, dana kampanye dari rekening pribadi atau tim sukses mudah dipantau. Tapi regulasi belum bisa menjangkau uang yang beredar di sekitar relawan atau simpatisan calon yang bersifat non struktural. Kondisi diperparah dengan pragmatisme masyarakat.

"Ada warga yang terang-terangan pasang spanduk 'Di Sini Terima Serangan Fajar'. Kita harus bisa edukasi rakyat, agar Pilgub berjalan bermartabat, tidak malah bermartabak. Artinya sebatas bagi-bagi duit saja," tandasnya.

( Anton Sudibyo / CN37 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Pilkada Terbaru
16 April 2014 | 17:52 wib
Dibaca: 734
18 Agustus 2013 | 11:15 wib
Memeriahkan HUT Ke-68 Kemerdekaan RI
Dua Ribu Layang-layang Hiasi Banjirkanal Barat
Dibaca: 1230
20 Juni 2013 | 20:23 wib
Dibaca: 975
19 Juni 2013 | 20:20 wib
Dibaca: 706
17 Juni 2013 | 20:05 wib
Dibaca: 878
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER