panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 April 2013 | 04:59 wib
Fasilitas Umum Wajib Bebas dari Atribut Pilgub

KENDAL, suaramerdeka.com - Kawasan di sekitar alun-alun dan taman kota wajib bebas dari segala atribut cagub maupun cawagub. Selain itu tempat ibadah dan jalan utama dilarang untuk tempat pemasangan alat peraga kampanye. Hal itu disampaikan Kepala Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal Abdullah Sachur kepada wartawan, Rabu (10/4) di kantornya.

Sachur mengatakan, berdasarkan Surat Edaran Bupati Kendal Nomor 027 Tahun 2013 tanggal 28 Maret 2013 kawasan alun-alun dan taman kota dilarang memasang atribut cagub. Selain itu tempat ibadah, pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit baik negeri maupun swasta, tempat pendidikan mulai TK hingga perguruan tinggi. Jalan pantura dari Makodim hingga Mapolres Kendal juga bersih dari atribut cagub dan cawagub,'' katanya.

Selain daerah tersebut, dalam surat edaran juga disebutkan atribut tidak boleh melintang di jalan propinsi dan jalan kabupaten. Atribut Cagub dan Cawagub tidak boleh terpasang di pohon perindang dengan menggunakan paku, rambu-rambu lalu lintas, termasuk terminal, tempat pelelangan iklan, ruang terbuka hijau. ''Peraturan itu berlaku mulai 4 April 2013,'' katanya.

Terkait adanya baliho besar pasangan cagub dan cawagun di sejumlah titik larangan, seperti di depan Kantor Telkom Jalan Soekarno-Hatta dan di taman garuda depan alun-alun, pihaknya segera berkoordinasi dengan Panwas Kabupaten. ''Penertiban merupakan wewenang Panwas. Kami tidak bisa melakukan tindakan. Meski begitu kami akan berkoordinasi dengan Panwas terkait adanya baliho maupun alat peraga cagub-cawagub,'' tutur dia.

Sementara, terkait biaya tes kesehatan di RSUD dr Soewondo Kendal bagi para calon legislatif, pihak rumah sakit menurunkan biayanya. Jika sebelumnya sebesar Rp 750ribu, lalu diturunkan menjadi Rp 300 ribu. Sachur menyatakan, KPU tidak menentukan besarnya biaya tes kesehatan. Semua biaya diserahkan kepada rumah sakit. ''Saya beberapa waktu lalu dihubungi rumah sakit, biaya tes kesehatan turun dari Rp 750 ribu menjadi Rp 300 ribu,'' tambahnya.

Dia menjelaskan, aturan bagi caleg tidak harus memeriksakan kesehatan di RSUD Soewondo. Pemeriksaan tes kesehatan bisa dilakukan dimana saja, asalkan rumah sakit pemerintah. Syaratnya harus sehat jasmani dan rohani dan bebas narkoba. ''Tes kesehatan bisa dilaksanakan di rumah sakit manapun, asal hasilnya sehat jasmani, rohani dan tidak mengonsumsi narkoba,'' tegas dia.

( Rosyid Ridho / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Pilkada Terbaru
16 April 2014 | 17:52 wib
Dibaca: 722
18 Agustus 2013 | 11:15 wib
Memeriahkan HUT Ke-68 Kemerdekaan RI
Dua Ribu Layang-layang Hiasi Banjirkanal Barat
Dibaca: 1197
20 Juni 2013 | 20:23 wib
Dibaca: 965
19 Juni 2013 | 20:20 wib
Dibaca: 688
17 Juni 2013 | 20:05 wib
Dibaca: 858
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER