panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
14 Agustus 2012 | 23:37 wib
Pecinta Colt T 120 Classic, Lestarikan Warisan Nenek Moyang
image

PADA era-75 an, sebuah iklan dengan slogannya “Eng…Ing…Eng” menjadi sangat familiar di telinga pemirsa stasiun TVRI. Yah, iklan yang dibintangi oleh komedian Benyamin S saat itu menawarkan mobil jenis Colt T120 sebagai mobil niaga terfavorit di Indonesia.

Begitu populernya sehingga mobil tersebut mendapat julukan sebagai "Raja Jalanan" dan tak akan terlupakan kehandalannya.

Bagi Budi Pratomo (42), kejayaan mobil Colt T120 tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Wajar saja, semasa kecil warga Jl Kesatrian Blok K no 38 Semarang tersebut tak lepas dari jasa dan kiprah kendaraan berlambang Tiga Berlian.

Era tahun 1980-an, ayahnya membeli kendaraan tersebut untuk tranportasi keluarga. Dari aktifitas mengantarkan ke sekolah hingga mengantarkan tetangga yang melahirkan telah dilakoni mobil milik Paiman, sang ayah yang saat itu berdinas sebagai anggota TNI AD di Kodam IV/Diponegoro. 

"Dulu saat mobil masih jarang, Colt milik Bapak sering dipinjam dan digunakan untuk kegiatan sosial," kenang suami Panca Widianingsih.

Jasmerah

"Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah." Ungkapan Proklamator RI Bung Karno itulah yang melatarbelakangi ayah dari dua anak ini untuk mempertahankan kendaraan warisan tersebut. Hingga kini, Colt T120 tahun 1981 dengan karoseri New Armada Magelang ini masih terawat dan "roso" di jalanan.

Bahkan untuk menyesuaikan dengan kondisi modern saat ini, dia pun melakukan restorasi pada seluruh interior dan mengecat ulang bodi mobil dari warna coklat tua menjadi silver. Untuk knalpot ia menggantinya dengan knalpot header dan mengembalikan mesin standar Neptune dengan meremajakan sparepart yang sudah aus.

Puluhan juta pun dia keluarkan untuk merubah tampilan Colt menjadi lebih garang. "Kalau sudah kadung cinta, berapapun biaya untuk merestorasi colt sudah tak perlu di hitung. Karena nilai sejarah lebih berarti dibandingkan berapa rupiah yang saya keluarkan," jelas pria yang juga menggandrungi Jeep itu.

Hal serupa diungkapkan Eko Priyantono (28), warga Ketileng Semarang. Pria yang berdinas di Polsek Genuk tersebut juga mengedepankan cerita sejarah untuk tetap mempertahankan Colt T120 tahun 1981 sebagai kendaraan klangenan.

Colt warisan sang nenek, Sukasti tersebut awalnya ada 5 buah, diantaranya 4 buah untuk angkutan umum dan 1 buah untuk kendaraan keluarga. Namun, saat ini kendaraan warisan tersebut tinggal 1 unit yang kini dia rawat. "Sayang dibiarkan jadi besi rosok, saya pun merestorasinya," jelasnya.

Tak tanggung, pria beranak 1 ini mengecat body dengan warna hijau metalik, mengganti velg APV ring 15', knalpot header stainlesstyle, ac Sanden. Eko juga memoles interior dan jok dengan kulit warna merah, memasang stir racing, serta merubah lampu belakang dengan lampu colt diesel. Modifikasi pun membuat tampilan mobilnya terlihat eklusif dan anggun.

( Maulana M Fahmi / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
image
27 Agustus 2014 | 22:14 wib
Dibaca: 6106
image
21 Agustus 2014 | 21:49 wib
Dibaca: 6159
image
20 Agustus 2014 | 23:39 wib
Dibaca: 5995
image
13 Agustus 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 7474
image
13 Agustus 2014 | 21:23 wib
Dibaca: 6835
Panel menu tepopuler dan terkomentar
FOOTER