panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Maret 2014 | 16:05 wib
Kuota Cuci Darah Gratis Naik Dua Kali Lipat

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) 2014 Kabupaten Karanganyar meningkatkan pelayanan, dengan membebaskan biaya cuci darah selama 24 kali setahun bagi pesertanya. Tahun lalu, warga yang sakit dan harus cuci darah hanya dijatah 12 kali. APBD Karanganyar juga menanggung ongkos apabila pasien membutuhkan penanganan ekstra.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar Cucuk Heru Kusumo mengatakan hal itu di rumah dinas Bupati, Kamis. Dalam program ini, biaya cuci darah ditanggung APBD kabupaten dan APBD provinsi dengan porsi 60:40. ‘’Untuk cuci darah memang masuk program Jamkesda provinsi dan Jamkesda kabupaten. Perhitungannya, 60 persen biaya cuci darah ditanggung APBD kabupaten dan 40 persen ditanggung APBD provinsi,’’ kata dia.

Penambahan kuota cuci darah bukan tanpa dasar. Menurutnya, pasien yang menderita gagal ginjal dan membutuhkan tindakan Haemodialisa atau cuci darah, banyak yang melebihi kuota 12 kali setahun. Tercatat hingga bulan ini, tindakan cuci darah sudah dilakukan terhadap 60 pasien dari perkiraan awal 40 pasien.

Cucuk mengatakan, Pemkab tidak akan membatasi pembiayaan cuci darah kendati kuota pasien telah dinaikkan menjadi 24 kali setahun per pasien. Biaya ekstra akan ditanggung penuh dari APBD Kabupaten tanpa perlu pembagian beban biaya dengan pemprov.

‘’Tahun ini kami mengusulkan anggaran Jamkesda Rp 6,5 miliar. Memang jumlah ini masih sama dengan tahun lalu, tapi relatif cukup untuk mencakup seluruh warga yang tidak masuk dalam layanan Jamkesmas yang kini dimasukkan dalam pelayanan BPJS. Termasuk biaya cuci darah,’’ jelasnya.

Pemkab juga memungkinkan warga miskin di luar kepesertaan Jamkesda mendapatkan layanan cuci darah gratis. Syaratnya, warga tersebut tercatat penduduk Kabupaten Karanganyar dan mendapat rekomendasi pemerintah desa setempat. ‘’Bahkan tidak hanya biaya untuk cuci darah, kebijakan ini juga berlaku untuk pasien kemoterapi. Jadi pasien Jamkesda akan dilayani seluruh keperluannya,’’ kata dia.

Lebih lanjut Cucuk mengatakan Pemkab menjajaki bantuan pemerintah pusat terkait 85.000 peserta Jamkesda supaya dimasukkan program Jamkesmas. Ini supaya Pemkab bisa mengalihkan anggaran ke penduduk yang luput dari program jaminan kesehatan, di mana masih terdata sedikitnya masih ada 102.000 jiwa warga miskin yang masuk dalam Jamkesda. 

Terkait pemutakhiran keluarga miskin calon peserta Jamkesda, Cucuk mengatakan hal itu menjadi kewenangan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda). Tahun ini belum akan dilakukan pemutakhiran data mengingat selisih jumlah tidak terlalu signifikan. ‘’Dinkes sudah mengajukan usulan pemutakhiran data Jamkesda. Tapi belum direspons Bappeda, karena kemungkinan tidak berselisih jauh dengan tahun lalu,’’ katanya.

( Joko Dwi Hastanto / CN34 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
03 September 2014 | 02:26 wib
Dibaca: 146
03 September 2014 | 01:27 wib
Dibaca: 343
03 September 2014 | 00:59 wib
Dibaca: 355
02 September 2014 | 23:48 wib
PKM Minta Pemkab Klaten Putus Kontrak Aqua
Khawatir Sumber Air Mengering
Dibaca: 399
02 September 2014 | 23:10 wib
Dibaca: 439
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 September 2014 | 02:59 wib
02 September 2014 | 04:41 wib
01 September 2014 | 18:50 wib
01 September 2014 | 22:01 wib
FOOTER