panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
18 September 2013 | 18:57 wib
Buang Bayi, Sepasang Pelajar SMA Diringkus
.

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Kepolisian Resor Boyolali berhasil mengungkap siapa orang tua yang tega membuang bayinya di semak-semak Hutan Juwangi di wilayah Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, pekan lalu. Kedua orang tua bayi malang itu adalah STH dan PRH, sepasang pelajar SMA di Boyolali yang masih berusia 16 tahun.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Haryadi menjelaskan, sepasang muda-mudi yang masih duduk di kursi kelas tiga sekolah menengah atas tersebut mengaku nekat membuang bayi tak berdosa hasil hubungan mereka untuk menutupi aib. Keduanya malu jika sampai bayi mereka diketahui oleh keluarga dan banyak orang.

"STH adalah ibu dari bayi malang itu. Adapun PRH adalah ayah bayi tersebut. Keduanya masih pelajar. Mereka berhasil kami tangkap beberapa hari lalu berikut sejumlah barang bukti. Antara lain, rok dan tas ransel yang digunakan sebagai sarana untuk membuang bayi mereka," ulas Kasat Reskrim kepada sejumlah wartawan, Rabu (18/9).

STH dan PRH mengaku, sejak berpacaran awal tahun lalu sering melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Hubungan terlarang tersebut kerap dilakukan kedua pelajar SMA itu di sebuah warnet di wilayah Juwangi. Dari hubungan itu, STH akhirnya hamil.

PRH sempat memintanya untuk menggugurkan kandungan. Namun STH menolak. Meski begitu, remaja putri ini juga terus berupaya menyembunyikan kehamilannya di hadapan keluarga. STH selalu mengenakan pakaian yang cukup longgar untuk menyembunyikan perutnya yang membuncit.

Hingga akhirnya, pada Minggu (8/9) malam pekan lalu sekitar pukul 22.00 Wib, STH merasakan hendak melahirkan. Ia lantas mengambil perlak bayi di kamar pembantunya dan mengunci diri di kamarnya. Tak lama, bayi tersebut lahir dari rahimnya.

Saat lahir, bayi laki-laki itu tidak menangis. Oleh STH, bayi yang sudah ia kandung selama 8-9 bulan itu kemudian ia bungkus menggunakan rok dan memasukkannya ke dalam tas kain tenteng, lalu dimasukkan ke dalam tas ransel.

Keesokan harinya, sebelum berangkat ke sekolah, STH mengirim SMS ke PRH, memberitahukan bahwa ia telah melahirkan. Setelah itu, ia berangkat ke sekolah dengan membawa bayinya dalam tas.

"Pulang sekolah, tersangka SKH lalu bertemu dengan PRH. PRH selanjutnya mengajak untuk mengubur bayi tersebut bersama-sama. STH menolak. PRH akhirnya mengubur sendiri bayi tak berdosa tersebut di hutan Desa Ngaren. Namun penguburan bayi tersebut tidak terlalu dalam dan hanya ditutupi semak-semak, hingga akhirnya ditemukan oleh warga beberapa hari kemudian," papar Kasat.

Atas perbuatannya, STH dan PRH kini telah ditahan di Mapolres Boyolali. Mereka dijerat pasal 341 KUHP tentang pembuangan bayi.

Diberitakan sebelumnya, sesosok bayi mungil bejenis kelamin laki-laki, masih lengkap dengan ari-arinya, ditemukan tewas di semak-semak Hutan Juwangi di wilayah Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Kamis (12/9) pagi. Diduga kuat, bayi malang tak berdosa itu dibuang oleh orang tuanya usai dilahirkan.

Bayi itu ditemukan oleh Harsono, mantri Perhutani KPH Telawa, Juwangi saat sedang melakukan patroli di hutan. Harsono mencium bau tak sedap yang menyengat dari wilayah hutan petak 16B, RPH Ngaren, BKPH Kedung Cumpleng, KPH Telawa, Juwangi.

Setelah ia telusuri, bau itu berasal dari jasad bayi yang sudah tak bernyawa tersebut. Tubuh bayi terbungkus dengan pakaian rok panjang. Temuan itu, ia laporkan ke Polsek Juwangi.

Berdasar hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh bayi malang yang tewas dibuang itu.

( Muhammad Nurhafid / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



Panel menu
Solo Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 22:45 wib
Dibaca: 20993
image
05 September 2014 | 22:00 wib
Dibaca: 20147
05 September 2014 | 18:59 wib
Dibaca: 6520
05 September 2014 | 18:18 wib
Dibaca: 671
05 September 2014 | 17:56 wib
Dibaca: 608
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER