panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Juni 2013 | 16:30 wib
Pengungsi Bero Dibantu Rp 15 Juta/ Keluarga
image

USUNG BATU: Sejumlah warga Desa Bero, Wonogiri bekerja bakti mengusung batu untuk mengeraskan jalan masuk menuju  tempat relokasi. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Pemerintah Provinsi Jateng berencana memberi bantuan bagi para pengungsi Dusun Kopen, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri. Rencananya, bantuan itu sebesar Rp 15 juta per keluarga. Adapun jumlah pengungsi yang dibantu sebanyak 33 keluarga.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri, Sungkono mengatakan, pihaknya telah menerima informasi itu dari Dinsos Provinsi Jateng. "Sudah ada lampu hijau dari Dinsos Provinsi. Tetapi, saya belum bisa memastikan kapan bantuan itu akan turun," katanya, Minggu (2/6).

Bantuan tersebut hanya bersifat membantu pengungsi untuk  memindahkan rumah mereka. Bantuan itu cuma diberikan kepada 33 keluarga yang telah menyiapkan lahan untuk relokasi. Adapun warga lainnya akan diusulkan jika sudah siap relokasi.

Di sisi lain, warga lain yang belum memperoleh jatah bantuan mengaku khawatir. Pasalnya, rumah mereka juga dekat dengan ancaman longsor. Perlu diketahui, dusun tersebut dihuni sekitar 46 keluarga. Dengan demikian, masih ada 13 keluarga yang belum mendapat jatah bantuan.

Seperti yang diutarakan Suhardi dan Paimo, warga dusun setempat, beberapa waktu lalu. Dia sebelumnya memilih memindah rumah ke tempat lain, tidak ikut mengumpul bersama 33 keluarga lainnya.

"Kami bertanya-tanya. Apakah nanti dapat bantuan? Padahal rumah saya termasuk yang paling rawan kena longsor," katanya.

Biaya memindah sebuah rumah ditaksir lebih dari Rp 5 juta. Itu belum termasuk biaya pembelian tanah yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mencari hutang, sedangkan warga lainnya harus bersabar sambil mengumpulkan biaya.

Kepala Desa Bero, Edy Wibowo mengatakan, beberapa rumah pengungsi di dusun itu sudah mulai dibongkar. Pasalnya, longsor semakin mengancam, sehingga mereka khawatir rumah itu akan tertimpa longsor.

Meski demikian, mereka belum memindahkan rumah ke tempat relokasi. Sebab, tempat calon relokasi di Dusun Timoyo yang bertetangga dengan Dusun Kopen itu belum diratakan.

( Khalid Yogi / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
05 September 2014 | 22:45 wib
Dibaca: 20788
image
05 September 2014 | 22:00 wib
Dibaca: 19943
05 September 2014 | 18:59 wib
Dibaca: 6488
05 September 2014 | 18:18 wib
Dibaca: 668
05 September 2014 | 17:56 wib
Dibaca: 605
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER