panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Mei 2013 | 16:26 wib
UNS Tambah Tiga Prodi Baru

SOLO, suaramerdeka.com - Bagi siswa yang gagal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 tak perlu berkecil hati. Sebab Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuka tiga program studi tambahan yang seleksinya akan melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMBPT).

Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS mengemukakan, ketiga prodi tersebut yakni Prodi S1 Farmasi (FMIPA), Penyuluhan Komunikasi Pertanian atau PKP dan Prodi Ilmu Tanah (Fakultas Pertanian). "Prodi Farmasi adalah prodi baru yang SK pendirian dari Dirjen Dikti baru saja turun dan dua lainnya merupakan dua prodi lama yang sempat ditutup dan mulai 2013 ini dibuka kembali," katanya.

Lantaran pembukaan tiga prodi tersebut baru keluar setelah pelaksanaan SNMPTN 2013, maka ketiga Prodi tersebut akan menerima calon mahasiswa melalui jalur SBMPTN dan UMBPT.

Dikatakan Rektor, masing-masing Prodi tersebut akan menerima 50 calon mahasiswa dari dua jalur seleksi. Untuk tiap Prodi baru tersebut, sebanyak 30 mahasiswa akan diterima dari jalur SBMPTN dan 20 sisanya dari UMBPT.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Prof Dr Ari Handono Ramelan mengemukakan, salah satu yang diandalkan pada prodi Farmasi ini adalah penggunaan Nuclear Magnetic Resonance (NMR). "Satu-satunya NMR yang memiliki perguruan tinggi adalah UNS. NMR adalah alat untuk menguji komposisi obat-obatan," katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa dibukanya Prodi Farmasi antara lain dilatarbelakangi data Kementerian Kesehatan di mana kebutuhan tenaga farmasi di rumah sakit umum milik pemerintah sampai tahun 2019 sebanyak 3.038 orang, sedang kekurangannya mencapai 1.619 orang tenaga apoteker. Kekurangan itu baru sebatas rumah sakit umum pemerintah, belum RS swasta.

Selain itu, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian, salah satunya menyebutkan bahwa industri farmasi harus memiliki tiga orang apoteker penanggungjawab. Adapun industri tradisional dan pabrik kosmetika harus memiliki sekurang-kurangnya satu orang apoteker penanggung jawab.

Dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan tenaga farmasi akan semakin besar. "Pendirian Prodi S1 Farmasi di UNS adalah untuk menjawab kebutuhan itu," katanya.

( Evie Kusnindya / CN31 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
05 September 2014 | 22:45 wib
Dibaca: 8121
image
05 September 2014 | 22:00 wib
Dibaca: 7605
05 September 2014 | 18:59 wib
Dibaca: 3954
05 September 2014 | 18:18 wib
Dibaca: 523
05 September 2014 | 17:56 wib
Dibaca: 474
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER