panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Mei 2013 | 13:46 wib
Pensiun dari Bupati, Rina Pilih Jadi Dosen


KARANGANYAR, suaramerdeka.com -
Setelah pensiun dari dua periode menjabat Bupati Karanganyar, Rina Iriani memastikan diri menekuni profesi lamanya sebagai pendidik. Namun jika sebelumnya mengajar di Sekolah Dasar (SD) Gaum II Karanganyar, dia akan beralih mengajar di Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara Sukoharjo.

Saat ini proses alih profesi sudah diurus di Kemdikbub karena kewenangan pelimpahan dari guru SD menjadi dosen ada di pusat. Surat keputusan pelimpahan itu diharapkan sudah selesai sebelum masa jabatan sebagai Bupati 15 Desember habis.

"Jadi sehari setelah masa jabatan selesai, saya langsung bisa aktif mengajar di Univet. Meski saat ini saya juga sudah mengajar di sana sebagai tenaga dosen luar biasa. Tetapi nanti secara resmi saya akan terdaftar sebagai dosen tetap yang diperbantukan, karena status sebagai PNS," kata dia.

Kepada Suaramerdeka.com, dia mengatakan sebetulnya ada empat tenaga pendidik di Karanganyar yang juga akan melimpah menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi. Namun tiga lainnya sementara masih dibutuhkan tenaganya di Karanganyar, sehingga belum bisa melimpah.

Ketiga guru itu, semuanya bergelar doctor. Yaitu Dr Nur Halimah yang saat ini menjadi Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Dr Nuning yang masih menjadi pengawas serta Dr Diah Sulistyawati yang juga pengawas SD di Karanganyar.

Yang sudah pasti akan beralih profesi memang Rina. Sebab saat ini seluruh proses pelimpahannya sudah dikirimkan ke Kemdikbud. Hal itu sesuai dengan keinginannya dan cita-citanya sejak dulu yang memang senang menekuni dunia pendidikan.

"Menjadi bupati itu, kan hanya sementara. Tetapi panggilan hati saya tetap menjadi guru. Karena itulah ketika usai menjabat, maka saya siap-siap kembali ke habitat awal. Bagi saya, profesi itu sangat indah, menantang, dan juga mulia," kata Rina.

Memiliki ijazah S1, S2 dan S3 yang linear di bidang pendidikan, menjadikannya leluasa berpindah ke universitas. Tenaganya sangat dibutuhkan untuk memperkuat jajaran tenaga pengajar baik S1 maupun Pascasarjana.

Kenapa memilih di Univet Bangun Nusantara bukan di UNS yang sebetulnya juga sangat mungkin menampung? Rina mengatakan justru dengan memperkuat universitas swasta, maka diharapkan akan bisa menaikkan kualitas alumni universitas tersebut.

"Kalau di UNS, kan sudah bagus. Nah, swasta ini yang perlu diperkuat. Kalau swasta bisa bagus dan tidak kalah  kualitasnya dengan negeri, maka pendidikan di Indonesia akan semakin kuat dan bagus. Karena itulah saya memilih bergabung ke sana," kata dia.

Tidak tertarik meneruskan dunia politik? Rina mengaku sudah cukup dan capek. Meski sebetulnya banyak yang menawari bergabung memperkuat jajaran calon legislative tingkat pusat, tetapi dia tidak tertarik.

"Saya memilih bergabung lagi ke korps Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pahlawan tanpa tanda jasa, yang memberikan landasan kokoh siapapun calon pemimpin bangsa," katanya.

( Joko Dwi Hastanto / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
05 September 2014 | 22:45 wib
Dibaca: 9654
image
05 September 2014 | 22:00 wib
Dibaca: 8911
05 September 2014 | 18:59 wib
Dibaca: 4312
05 September 2014 | 18:18 wib
Dibaca: 539
05 September 2014 | 17:56 wib
Dibaca: 488
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER