panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Mei 2013 | 17:35 wib
Kemenag Bantah Adanya Pungli Sertifikasi

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, Safruddin telah memanggil para pegawai yang mengurus tunjangan sertifikasi guru agama. Mereka dimintai klarifikasi mengenai dugaan pungutan di luar ketentuan terhadap guru agama penerima tunjangan sertifikasi.

"Begitu mendengar informasi itu, sore harinya (Selasa 14/5) saya langsung memanggil seluruh bawahan yang mengurusi sertifikasi. Ketika diklarifikasi, mereka menyatakan tidak pernah merasa melakukan apa yang dituduhkan seperti  informasi yang beredar sekarang ini," ujarnya, Rabu (15/5).

Pihaknya memanggil seluruh pegawai yang menangani tunjangan sertifikasi untuk guru agama. Di antaranya bendahara, pengatur dan pengumpul berkas persyaratan sertifikasi, serta pegawai Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Wonogiri.

"Seluruh staf kami membantah adanya pungutan dari Kemenag. Bahkan, petugas kami selalu menekankan agar jangan sampai ada potongan apapun untuk tunjangan sertifikasi itu. Insyaallah, jajaran kami sangat berhati-hati untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Dia menduga, pungutan tersebut dilakukan untuk mengadakan kegiatan di antara guru-guru itu sendiri. "Mungkin untuk kegiatan kebersamaan di antara guru-guru penerima sertifikasi dengan guru yang tidak mendapat sertifikasi. Kalau seperti itu saya tidak tahu," terangnya.

Seperti diketahui, tunjangan sertifikasi untuk guru agama di Kabupaten Wonogiri diduga dipungut di luar ketentuan. Setiap guru dikenai potongan berkisar Rp 225.000. Pungutan di luar ketentuan tersebut telah berlangsung sejak 2010. Setiap guru dimintai Rp 225.000. Sebesar Rp 75.000 di antaranya katanya akan disetorkan ke Kemenag

Seorang guru agama penerima sertifikasi yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, guru-guru penerima sertifikasi diminta mengumpulkan sejumlah uang. Permintaan itu diperoleh melalui pesan singkat di ponsel.

( Khalid Yogi / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
19 April 2014 | 08:12 wib
Dibaca: 288
19 April 2014 | 05:00 wib
Dibaca: 450
19 April 2014 | 04:10 wib
Dibaca: 584
19 April 2014 | 03:25 wib
Dibaca: 393
19 April 2014 | 02:35 wib
Dibaca: 366
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER