panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Mei 2013 | 09:58 wib
Perpustakaan Belum Dikelola Secara Profesional
image

DIKLAT: Para kepala perpustakaan sekolah se Solo Raya, mengikuti diklat pengelolaan perpustakaan di Wonogiri, yang dikemas dalam model perkuliahan. (suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Karena terkendala kurangnya potensi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, menjadikan perpustakaan belum dikelola secara profesional. Di hampir semua perpustakaan yang ada, pengelolaannya ditangani orang-orang yang tidak kompenten.

Di sejumlah sekolah, pengelolaan perpustakaannya hanya menjadi tugas sampingan dari guru. "Karena dianggap hanya sebagai tugas sampingan, sehingga pengelolaannya masih dilakukan secara asal-asalan, dan belum profesional serta masih jauh dari pengharapan," tegas Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arsipusda) Kabupaten Wonogiri, H Suradi SPd MPd.

Apalagi, imbuh Suradi, petugas pengelolanya tidak memiliki kecakapan tentang teknis pengelolaan perpustakaan secara benar dan baik. "Ini menjadi keprihatinan kita bersama dan perlu dicarikan solusinya," tegas Suradi ketika membuka diklat kepala perpustakaan sekolah se Solo Raya, di ruang Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonogiri.

Suradi yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Kepala Arsipusda se Solo Raya dan Provinsi Jateng, menyatakan, diklat para kepala perpustakaan sekolah ini, digelar sebagai pelaksanaan program dari Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Indonesia.

Diklat dikemas dalam sistem perkuliahan, melalui 12 kali pertemuan atau 12 hari, yang digelar setiap hari Sabtu dan Minggu serta berlangsung sampai Bulan Juni 2013 mendatang. Para narasumber yang tampil dalam diklat, berasal dari dosen perguruan tinggi dari petugas profesional Arsipusda serta dari pustakawan.

Hari pertama perkuliahan diklat, tampil Dosen UNS Surakarta, Dra Tri Hartiningtyas MSi Kasi Pelayanan Perpustakaan yang menjabat Ketua Penyelenggara Diklat, Nina Rujiati Kumala Dewi SPd MM menambahkan, diklat ini merupakan yang pertamakalinya digelar di Provinsi Jateng. "Untuk angkatan pertama diikuti oleh 24 peserta, yang datang dari wilayah se Solo Raya," ujar Nina.

Di Wonogiri, memiliki 294 perpustakaan desa, 821 perpustakaan SD, 120 perpustakaan SMP, 70 perpustakaan SMK dan 60 perpustakaan SMA. Sebagaimana diamanatkan dalam peraturan, sebanyak 5 persen dari anggaran sekolah setiap tahunnya dialokasikan untuk pengadaan buku.

Pemerintah pusat pun, juga memberikan bantuan buku yang nilainya mencapai 40 persen dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke sekolah-sekolah. "Ironisnya, perpustakaan sekolah belum dikelola secara profesional," ujar Suradi.

Guru, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 7 tahun 2008, dibolehkan menjadi pengelola perpustakaan sekolah. Ketika guru menjadi pengelola perpustakaan sekolah, kepadanya hanya diberikan beban mengajar selama 12 jam saja. Tujuannya, agar pengelolaan perpsutakaan sekolah dapat dilakukan profesional.

( Bambang Purnomo / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
26 Juli 2014 | 04:03 wib
Dibaca: 157
26 Juli 2014 | 02:53 wib
Dibaca: 164
26 Juli 2014 | 01:55 wib
Dibaca: 313
26 Juli 2014 | 00:28 wib
Dibaca: 339
image
25 Juli 2014 | 23:36 wib
Dibaca: 5500
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
11 Juli 2014 | 06:36 wib
06 Juli 2014 | 22:37 wib
FOOTER