panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 April 2013 | 11:33 wib
Difabel Dilatih Mencoblos

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Para penyandang cacat (difabel) dilatih mencoblos saat sosialisasi Pilgub Jateng untuk kelompok berkebutuhan khusus di SLB Negeri Wonogiri, Sabtu (27/4). Mereka datang dari sejumlah SLB dan komunitas-komunitas difabel Kabupaten Wonogiri.

Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, Bambang Tetuko mengatakan, sosialisasi Pilgub untuk difabel itu diikuti 112 peserta. "Mereka berasal dari SLB Negeri Wonogiri, SLB Negeri di Pencil, SLB Wuryantoro, SLB Ngadirojo, SLB Tirtomoyo, serta komunitas Self Help Group (SHG). Meskipun masih sekolah SLB, seluruh peserta itu sudah masuk usia pemilih," katanya.

Dia mengungkapkan, sosialisasi untuk difabel penting karena jumlah difabel di kabupaten tersebut sangat banyak, sekitar 13.000 orang. "Kami tidak mungkin menjangkau semuanya. Tetapi, materi yang disampaikan diharapkan dapat ditularkan kepada komunitas-komunitas difabel lainnya," ujarnya.

Dia mengakui, para difabel minta difasilitasi agar mereka tidak terlalu sulit  mengikuti pemungutan suara, 26 Mei mendatang. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di kecamatan, Panitia Pemungutan Suara (PPS) di desa, serta Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di setiap TPS untuk memfasilitasi mereka.

"Kami meminta kepada KPPS untuk mengatur dan membantu proses pemungutan suara bagi para difabel di TPS masing-masing. Lokasi TPS jangan terlalu sulit dijangkau penyandang cacat fisik maupun mental. Mereka didahulukan dan meja pencoblosan jangan terlalu tinggi," pintanya.

Pihaknya menyediakan logistik khusus untuk tuna netra. Yakni alat pencoblosan yang dilengkapi dengan huruf braile (template). Jumlah template disesuaikan dengan jumlah permohonan yang diajukan di setiap TPS.

Di sisi lain, penderita tuna grahita (keterbelakangan mental) masih bisa diikutsertakan dalam Pilgub. Menurutnya, tuna grahita berbeda dengan penderita gangguan jiwa atau orang gila. "Untuk menentukan gangguan jiwa itu harus melalui keterangan dokter. Sedangkan tuna grahita itu bukan gangguan jiwa," terangnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mengikuti simulasi pemungutan suara. Mulai dari pendaftaran, pengambilan surat suara, pencoblosan, memasukkan surat suara, hingga mencelupkan jari ke dalam tinta.

( Khalid Yogi / CN39 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
05 September 2014 | 22:45 wib
Dibaca: 1956
image
05 September 2014 | 22:00 wib
Dibaca: 2049
05 September 2014 | 18:59 wib
Dibaca: 1255
05 September 2014 | 18:18 wib
Dibaca: 369
05 September 2014 | 17:56 wib
Dibaca: 354
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
04 September 2014 | 17:00 wib
05 September 2014 | 22:00 wib
05 September 2014 | 22:45 wib
04 September 2014 | 03:13 wib
FOOTER