panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Januari 2013 | 02:33 wib
Mutasi Virus Flu Burung Diwaspadai

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mulai mengedarkan surat untuk mewaspadai dampak virus flu burung (H5N1) terhadap kesehatan manusia. Surat edaran itu menindaklanjuti surat dari Dinkes Provinsi Jateng perihal kewaspadaan terhadap virus H5N1 yang baru. Pasalnya, virus tersebut diduga bermutasi sehingga membentuk varian baru yang lebih kuat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri, dr Widodo MKes melalui Kabid Pencegahan Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL), Supriyo Heryanto mengatakan, mutasi baru itu terindikasi dari banyaknya itik yang terjangkit virus flu burung.

Selama ini, flu burung hanya menyerang ayam. Menurutnya, mutasi virus flu burung terjadi karena pengaruh iklim. "Itik yang sangat tahan penyakit bisa kena flu burung. Kemungkinan terjadi mutasi menjadi H5N1 clade baru 2.3.2," katanya.

Dia mengimbau warga agar segera memeriksakan diri jika mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius. "Kalau dalam waktu seminggu sebelumnya pernah mengadakan kontak dengan unggas sakit atau mati, kemudian menderita demam tinggi, harus segera periksa," katanya.

Jika menemui situasi tersebut, dokter atau petugas kesehatan diminta tidak menebak-nebak lagi. Pasien langsung diberi obat Tamiflu untuk mencegah berjangkitnya flu burung.  "Pemberian Tamiflu jangan sampai telat. Kalau telat dua hari saja, Tamiflu tidak efektif lagi. Kalau sudah terlambat, tingkat kematiannya tinggi," ujarnya.

Dia menerangkan, obat tersebut berfungsi menahan virus agar tidak menyerang paru-paru. Virus flu burung dapat memenuhi paru-paru hanya dalam hitungan beberapa jam saja. "Pagi kelihatan bagus. Siang hari, virus sudah menumpuk," lanjutnya.

Apabila ditemukan unggas yang mati mendadak, warga juga diminta segera melapor. Petugas kesehatan dari Puskesmas akan mengobservasi lokasi sekitarnya selama dua pekan. Warga sekitar dan orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan unggas di lokasi itu akan terus dipantau selama dua pekan.

( Khalid Yogi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Solo Terbaru
26 Juli 2014 | 00:28 wib
Dibaca: 164
image
25 Juli 2014 | 23:36 wib
Dibaca: 1125
25 Juli 2014 | 23:10 wib
Dibaca: 143
image
25 Juli 2014 | 20:52 wib
Dibaca: 325
25 Juli 2014 | 17:57 wib
Dibaca: 213
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
11 Juli 2014 | 06:36 wib
06 Juli 2014 | 22:37 wib
12 Juli 2014 | 08:40 wib
FOOTER