panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Mei 2014 | 08:20 wib
Hima Bahasa dan Sastra Unnes Gelar Lomba Dolanan Tradisional

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebagai upaya menggalakkan kembali dolanan tradisional, Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes), menggelar lomba dolanan tradisional di kampus Sekaran.

Ketua Hima Akbar Aminudin menuturkan, anak-anak dan generasi muda sudah jarang memainkan dolanan tradisional pada era modern ini. Maka dari itu kegiatan tersebut diadakan pihaknya, sebagai upaya merevitalisasi dolanan tradisi.

Dia menambahkan, kegiatan yang merupakan bagian dari Pekan Olahraga dan Seni Antar-Semester ini juga mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal dan mengembangkan berbagai jenis dolanan tradisi. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa semester IV itu menyebut, dolanan anak yang akan dimainkan adalah gobak sodor, bentengan, dan tarik tambang

Menurutnya, kegiatan itu melibatkan ratusan mahasiswa yang terbagi atas beberapa tim yang akan bertanding dengan sistem gugur. “Ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Hima. Tahun ini antusiasme mahasiswa untuk mengikuti lomba dolanan tradisi meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain dolanan tradisional, perlombaan lain terkait seni dan budaya tradisi yang sudah dimulai sejak Senin (5/5) adalah membaca dan menulis geguritan, menulis syair tembang dan nembang macapat. Puncaknya akan ditutup pada Jumat (9/5), yang beragendakan final dan pemberian hadiah.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa FBS Unnes, Yusro Edy Nugroho, mengatakan dolanan tradisional mengandung nilai pendidikan karakter yang penting bagi generasi penerus bangsa. Menurutnya, mahasiswa sebagai penerus peradaban sudah selayaknya paham betul akan budayanya.

Degradasi moral, menurut Yusro, selain terjadi karena kurangnya perhatian yang intens oleh orang tua dan modernisasi yang tidak terbendung, juga karena rasa kurang memiliki terhadap aspek budaya bangsa. Dalam dolanan tradisional, kata Yusro, terdapat prinsip kerja sama dan gotong royong yang terbungkus permainan.

( Andika Primasiwi / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 252450
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 188173
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 50100
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 46626
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 9043
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER