panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 November 2013 | 23:07 wib
Korupsi Dana Hibah, Mahasiswa Dihukum 1,5 Tahun

SEMARANG, suaramerdeka.com - Terdakwa korupsi dana hibah kemasyarakatan, Mario Zuhri (21) dijatuhi hukuman satu tahun dan enam bulan penjara.

Majelis hakim yang diketuai Hastopo menyatakan Mario terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Mario menilap dana hibah Rp 96,5 juta dari pencairan dana Rp 100 juta atas proposal yang diajukan.

"Menyatakan terdakwa Mario Zuhri terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan dalam dakwaan subsider," demikian Hakim Hastopo membaca putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (19/11).

Dalam dakwaan subsider, Mario dijerat pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diperbarui dengan Undang-Undang 20 tahun 2001. Selain pidana badan, hakim juga mendenda Mario Rp 50 juta setara dengan dua bulan kurungan.

Sedianya Mario wajib mengembalikan uang negara sebesar Rp 96,5 juta. Tapi, sebanyak Rp 50 juta sudah dikembalikan Mario, melalui jaksa saat proses sidang pemeriksaan perkara. Alhasil, hakim mewajibkan Mario membayar Rp 46,5 juta. Jika Mario tak membayarnya setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita.

Kalau harta benda tak mencukupi, Mario harua menggantinya dengan hukuman enam bulan penjara. Mario mengetahui adanya anggaran dana hibah pada APBD Provinsi Jawa Tengah 2012 dari anggota dewan yang sedang melakukan kunjungan dalam masa reses.

Mario lantas menyusun proposal dengan dalih untuk mendapat dana bantuan kegiatan pelatihan kecantikan, pencak silat, pertandingan sepakbola mini, tenis meja, seminar pergaulan bebas, hingga pelatihan panahan. Dalam proposal Mario, kegiatan itu dinyatakan dilakukan di kampusnya serta beberapa wilayah kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang.

Saat pengajuan proposal permohonan dana hibah itu, Mario masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Dari proposal-proposal yang diajukan, 10 proposal direkomendasikan oleh Biro Bina Sosial Pemerintah Kota Semarang untul diberi dana hibah. Masing-masing mendapat Rp 10 juta.

Namun dari total dana Rp 100 juta yang dikucurkan APBD Jateng 2012 itu, hanya Rp 3,5 juta saja yang dialokasikan untuk kegiatan pelatihan kecantikan, seminar dan pencak silat. Sisanya digunakan secara pribadi oleh Mario. Salah satunya adalah untuk membiayai kebutuhan kuliahnya.

Didampingi kuasa hukumnya, Agoeng Oetoyo, Mario menyatakan menerima putusan hakim itu. "Pada dasarnya saya menerima putusan. Selebihnya, tanya penasihat hukum saya saja," kata Mario usai sidang.

Ia mengaku belum mengetahui kelanjutan nasib kuliahnya di Untag Semarang.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Semarang menuntut Mario dengan hukuman dua tahun penjara, dengan denda Rp 50 juta dan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 46,5 juta. Sementara, jaksa belum menyatakan sikap atas putusan hakim. "Kami pikir-pikir dulu," kata Jaksa Sekar.

( Eka Handriana / CN39 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 30614
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 19936
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 6753
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 7196
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1709
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER