panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Oktober 2013 | 19:43 wib
Kebijakan Akreditasi Prodi Baru Bingungkan Perguruan Tinggi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kebijakan baru dalam Surat Edaran Ditjen Dikti tentang proses akreditas program studi (Prodi) membuat bingung kalangan Perguruan Tinggi (PT). Pasalnya dalam SE Ditjen Dikti Kemdikbud Nomor 160/E/AK/2013 yang dikeluarkan per 1 Maret lalu mengatur bahwa prodi baru harus melakukan akreditasi selambatnya enam bulan setelah izin turun.

Rektor IKIP PGRI Semarang, Dr Muhdi mengatakan, waktu untuk melakukan akreditasi yang diberikan kepada prodi baru setelah izinnya turun sangat mepet sekali. Padahal belum tentu setiap prodi baru dalam waktu enam bulan bisa memenuhi syarat-syarat akreditasi seperti pemenuhan jumlah mahasiswa hingga kompetensi lulusan.

"Setiap prodi baru yang disetujui izinnya, langsung mendapat akreditasi C. Jika setelah enam bulan harus langsung melakukan akreditasi lagi tentu saja itu mepet waktunya," ungkapnya di sela-sela kegiatan Workshop Akreditasi Prodi Baru, Rabu (9/10).

Dijelaskan, di tahun ini pihaknya juga memiliki dua prodi baru yakni Pendidikan Teknik Informatika dan Pendidikan Ekonomi. Beruntungnya, izin kedua prodi ini keluar bulan Juni lalu dan langsung bisa mendapat mahasiswa.

Masalah akan muncul jika prodi baru tersebut belum mendapat mahasiswa namun sudah harus melakukan akreditasi dalam batas waktu yang ditentukan. Kemudian masalah lain adalah, prodi baru tidak akan bisa memperoleh skor maksimal karena beberapa komponen penilaian belum lengkap.

"Prodi baru tentunya belum memiliki lulusan jadi komponen nilai kelulusan itu sudah pasti tidak akan bisa dipenuhi," tuturnya.

Kebijakan baru ini akan mempengaruhi pengembangan akreditasi prodi di perguruan tinggi lainnya. Apalagi ditunjang dengan pemahaman standar penilaian dari para assesor yang melakukan penilaian bisa jadi berbeda-beda.

Untuk menyikapi IKIP PGRI Semarang menggelar workshop tersebut untuk mengetahui dan peningkatan performa prodi agar dapat memperoleh skor maksimal saat penilaian assesor. Selain itu juga untuk mensiasati item penilaian Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang mensyaratkan adanya golongan kepangkatan tertentu dari prodi baru.

Anggota BAN-PT Prof Supriyoko mengakui jika jumlah assesor yang mencapai ribuan dapat saja melahirkan perbedaan pemahaman saat menilai. Namun dirinya memastikan, para assesor sudah mendapat bekal cukup sehingga hal itu dapat diminimalisasi.

"Semua prodi di perguruan tinggi tentu ingin mendapat skor maksimal dalam akreditasi namun hal itu juga harus didukung sarana prasarana, kualitas pendidik, dan berbagai fasilitas yang ada," katanya.

( Anggun Puspita / CN31 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 5432
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 2791
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 1811
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 1962
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1109
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 22:15 wib
02 September 2014 | 15:30 wib
05 September 2014 | 19:45 wib
FOOTER