panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 September 2013 | 17:15 wib
PGSI Kritik Rencana Mogok Guru PGRI

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rencana mogok mengajar yang digagas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 5 Oktober mendapat kritik. Aksi itu dinilai merugikan siswa dan berpotensi menimbulkan masalah baru dalam dunia pendidikan.

Dewan Penasehat Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Muh Zen ADV mengatakan, masih banyak cara-cara lain yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pendidikan. "PGRI yang memiliki basis guru sangat besar bisa berdialog dengan kementerian, presiden atau DPR," katanya, Sabtu (28/9).

Kritik terhadap rencana mogok kerja itu bukan hanya dari PGSI sematan. Sebab Zen mengaku mendapat banyak laporan dan pertanyaan dari para guru negeri dan swasta di beberapa daerah di Jateng. Rata-rata menyarankan agar mogok kerja itu tidak dilaksanakan dan sebagian bahkan menolak mogok meskipun menjadi anggota PGRI.

"Nanti kalau banyak guru negeri yang tidak melaksanakan perintah PGRI, kan jadi masalah baru, tidak baik untuk PGRI sendiri," tukas Zen.

PGSI sendiri memilih untuk menggelar kegiatan tatap muka dengan pemerintah daerah dan pusat untuk menyelesaikan persoalan pendidikan. Sebab menurut Zen, persoalan pendidikan bukan 100 persen tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah provinsi dan kabupaten kota juga berperan dalam menyumbang masalah.

Diantaranya soal sertifikasi guru, tunjangan fungsional, sarana prasarana, dan penyelenggaraan Ujian Nasional. "Pendataan sertifikasi masih kurang adil, ada diskriminasi di situ, itu eksesnya menasional. Pemda juga harus dipertanyakan karena UN gagal di beberapa daerah," katanya.

Menurut Anggota DPRD Jateng itu, kegiatan PGRI sepanjang merupakan ikhtiar menuju pendidikan yang lebih baik, patut didukung semua pihak. Namun hendaknya kegiatan itu tidak sampai menghilangkan hak siswa untuk mendapat pendidikan. "Kalau mau berdoa, ya berdoalah, barang 5 atau 10 menit itu baik, tapi jangan sampai tidak mengajar. apa kalau sudah tidak mengajar sehari lalu persoalan selesai," katanya.

Rencana aksi mogok kerja itu dilontarkan Ketua Umum PGRI Sulistiyo, pada Jumat lalu. Ia mengatakan, semua guru di Indonesia yang tergabung dalam PGRI akan mogok atau tak mengajar pada Sabtu, 5 Oktober 2013.

Pada hari itu, sekitar pukul 10.00 Wib, sekitar 3,8 juta guru menggelar aksi damai berupa doa bersama yang bertepatan dengan hari guru internasional. Meskipun anjurannya hanya sepuluh menit, Sulistyo mengatakan pada Sabtu itu juga pembelajaran umumnya diliburkan. "Doa bersama ini tentu butuh persiapan pada jam-jam sebelumnya," kata dia.

Aksi mogok mengajar nasional ini, menurut Sulistyo, dilakukan untuk mengkritik implementasi kebijakan pemerintah terkait urusan guru yang semakin buruk. Mulai dari urusan sertifikasi guru, pemerataan distribusi pendidik, tunjangan sertifikasi, inpassing atau penyetaraan guru swasta seperti PNS, dan pengangkatan guru honorer.

( Anton Sudibyo / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
17 April 2014 | 13:22 wib
Dibaca: 137
17 April 2014 | 12:55 wib
Dibaca: 357
17 April 2014 | 12:01 wib
Dibaca: 351
17 April 2014 | 10:40 wib
Dibaca: 355
17 April 2014 | 08:43 wib
Dibaca: 413
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER