panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
16 Juli 2013 | 16:21 wib
Dinkes Sita Produk Melamin Tanpa Tanda SNI
image

MENGECEK KODE: Petugas gabungan razia produk olahan pangan tengah mengecek kode produksi dan logo SNI pada peralatan makanan berbahan melamin, di salah satu minimarket modern. (suaramerdeka.com/ Hartatik)

DEMAK, suaramerdeka.com - Tim gabungan razia produk olahan pangan yang dimotori oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Demak menyita tempat makanan berbahan melamin tapi tanpa tanda Standar Nasional Indonesia (SNI). Belasan produk melamin buatan China tersebut disita dari salah satu minimarket modern.

Kasi Makanan Minuman Bidang Farmasi dan Perbekalan Kesehatan DKK Demak, Dian Arisanti mengatakan, penyitaan tersebut untuk menghindarkan konsumen dari produk yang mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan.

Melamin yang lazim dipakai untuk membuat peralatan makan merupakan polimer yang terbentuk dari reaksi antara senyawa fenol dan formaldehid.

"Kalau melamin tiruan merupakan hasil persenyawaan urea dan formaldehid. Kualitasnya tidak sebaik dengan melamin asli dan juga dapat membahayakan kesehatan," ujarnya, saat razia makanan dan minuman di salah satu minimarket modern, hari ini (16/7).

Kekhawatiran tersebut, menurut Dian, tidak terlepas dari bahaya pelepasan senyawa yang terkandung dalam melamin tiruan sehingga bisa membahayakan kesehatan. Peralatan makan yang terbuat dari melamin cenderung lebih tahan pecah dibandingkan dengan piring atau gelas yang terbuat dari kaca.

Selain itu, bahan melamin juga relatif lebih tahan panas dibanding plastik. Lebih lanjut, kata dia, sebenarnya melamin dalam peralatan makan tidak berbahaya jika melamin yang dipakai adalah asli.

Sifat melamin palsu memang mirip dengan melamin asli dan bila dilihat langsung tidak berbeda banyak. Namun, bila dilihat dari struktur kimianya, senyawa melamin palsu ini lebih rentan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan pelepasan senyawa dari melamin.

"Pastikan produk melamin asli dengan melihat logo SNI yang tercetak tersebut dicetak secara emboss atau timbul, bukan ditempel seperti stiker," imbuhnya.

( Hartatik / CN33 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14540
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 7649
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 4193
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 4507
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1334
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER