panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Juli 2013 | 20:50 wib
Supriyanti Ajukan Permohonan Ganti Kelamin ke PN
image

SIMAK KETERANGAN: Supriyanti (dua dari kiri) didampingi kuasa hukumnya menyimak keterangan Suliyem (55), ibu kandungnya, di PN Kabupaten Semarang, Rabu (3/7). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Supriyanti (23) warga Dusun Canggal, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang didampingi kuasa hukumnya, Agus Mandono, Rabu (3/7) menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang dengan agenda permohonan ganti status kelamin dari perempuan menjadi laki-laki.

Berdasarkan data, anak keenam pasangan Sukiyo (55) dan Suliyem (55) ini lahir dengan bantuan dukun bayi. Ketika lahir hingga beranjak dewasa, dirinya terlahir sebagai perempuan. Namun belakangan, ada benjolan di kelaminnya. Setelah diperiksakan dan menjalani tes hormon di RSUP dr Kariadi Semarang, hasil kesimpulan tim medis menunjukkan bila Supriyanti cenderung mempunyai sifat dan hormon laki-laki.

"Hormonnya lebih condong ke laki-laki, yang bersangkutan sudah menjalani operasi kelamin sebanyak tiga kali di Semarang ketika duduk di bangku SMP. Sampai saat ini, status kelamin pada akta kelahiran, ijazah, KTP, dan kartu keluarga masih perempuan," kata Agus saat ditemui usai sidang.

Kepada majelis hakim yang diketuai oleh Kadarwoko, Supriyanti menyatakan bila dirinya hendak mengganti namanya menjadi Bagus Supriyanto. "Saya laki-laki, jadi wajar kalau nantinya suka terhadap perempuan," ujarnya.

Ditemui terpisah, Malik (60), Modin Desa Kaliwungu yang dihadirkan dalam sidang kali ini menjelaskan, perubahan status kelamin diperbolehkan dalam agama.

"Bila mengacu pada keputusan Muktamar Majelis Ulama 5 hingga 11 Juni 1976, seorang laki-laki atau perempuan yang dalamnya normal tetapi kelamin luarnya tidak normal atau bentuknya tidak sempurna, lalu dioperasi untuk disempurnakan maka hukumnya boleh. Bahkan menurut ketentuan itu harus diutamakan," jelas Malik.

Untuk mendengarkan keterangan medis, majelis hakim selanjutnya mengakhiri dan menunda persidangan hingga pekan depan. Rencananya, pemohon akan menghadirkan tim medis dari RSUP dr Kariadi Semarang yang menangangi dirinya sewaktu operasi dulu.

( Ranin Agung / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15278
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 8129
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 4326
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 4654
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1357
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER