panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Mei 2013 | 20:56 wib
Pembangunan Kios Pasar Projo Sementara Terancam Molor

AMBARAWA, suaramerdeka.com - Masih tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Semarang akhir-akhir ini berdampak pada pembangunan kios Pasar Projo sementara di lahan eks-bengkok Kupang. Padahal bila mengacu ketentuan, Pemkab Semarang menargetkan penyelesaian pembangunan bisa rampung 8 Juli 2013.

Pernyataan tersebut disampaikan Riyanto (52), perwakilan dari PT Bina Keluarga Makmur Sejahtera, selaku kontraktor pemenang tender proyek pembangunan kios Pasar Projo sementara, Jumat (31/5). Kepada wartawan dia mengaku, cukup terhambat dengan adanya hujan ketika hendak melakukan pengurugan lahan seluas lebih kurang 4000 m2.

"Pekerja tidak bisa bekerja kalau hujan, untuk membangun tanahnya harus kering agar tidak terjadi longsor," kata Riyanto.

Saat ini, lanjutnya, pengurugan lahan masih 50 persen. Agar selesai tepat waktu, pihaknya memilih mengerjakan bagian kerangka kios di tempat terpisah. "Pembuatan kerangka kios sudah berjalan 85 persen. Bila lahannya siap lengkap dengan lantai rabat beton, kerangka akan dipindahkan dan bisa ditempati pedagang," lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Projo Ambarawa (P4A), Solichin menuturkan, dia dan pedagang memaklumi situasi yang sedang terjadi. Meski demikian, pihaknya berjanji akan selalu memantau kelangsungan pembangunan kios.

"Jika molor lalu akan bagaimana lagi, intinya kami akan pantau terus sampai selesai," tuturnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong usai melakukan pantauan di lokasi menghimbau agar kontraktor mempertimbangkan penggunaan atau pembangunan talud dari anyaman bambu. Pihaknya khawatir penggunaan anyaman bambu tersebut tidak akan bertahan lama.

"Anyaman bambu untuk talud apakah kuat untuk menahan material tanah setinggi lebih dari satu meter? Terlebih saat ini intensitas hujan masih mengguyur Ambarawa dan sekitarnya. Dengan alokasi anggaran Rp 2,3 miliar semestinya bisa untuk membuat talud yang lebih kuat lagi atau minimal menggunakan bronjong batu tidak dengan anyaman bambu," tandasnya.

Menanggapi penilaian dewan, Riyanto menjelaskan bila pemilihan bahan anyaman bambu sudah sesuai spesifikasi yang dikehendaki oleh Pemkab Semarang. "Kami sudah mematuhi semua spesifikasi yang ada, menyusul posisi kami hanya sekadar mengerjakan saja," jelasnya. 

( Ranin Agung / CN19 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18674
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 10485
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 4981
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 5382
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1459
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER