panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Mei 2013 | 01:17 wib
Debat Kandidat Calbup Kudus Berlangsung Gayeng

SEMARANG, suaramerdeka.com - Suasana studio Kompas TV di kawasan Johar, Senin (20/5) sore terasa semarak dengan "guyon" dan yel-yel khas Kudusan. Puluhan pendukung peserta pesta demokrasi Kudus 2013 berlomba memberi semangat kepada lima pasang calon bupati dan calon wakil bupati,  saat digelar "Debat Kandidat" menuju Kudus 1.  

Lima pasang calon yakni Tamzil - Asyrofi, Badri Hutomo - Sofyan Hadi, Erdi Nurkito - Anang Fahmi, Musthofa - Abdul Hamid dan Budiyono - Sakiran, mengikuti sesi tanya jawab dan dialog yang disiapkan. Diselingi tepuk tangan dan yel-yel, masing-masing memaparkan konsepnya dalam hal pendidikan, kesehatan dan pelayanan dan penyediaan sarana publik.

Suasana tenang di panggung, berbeda dengan yang terjadi di bangku pendukung. Sepanjang tanya jawab, teriakan simpatisan saling sahut sehingga suasana menjadi sedikit gaduh. Memasuki pertengahan acara, pasangan calon mulai berani saling sindir dan bantah dalam menanggapi pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara. 

Topik nasib pekerja dan kebijakan di sektor pendidikan dan pariwisata. Misalnya, saat Badri menyindir pengembangan wisata masih belum maksimal saat ini. "Desa wisata itu desa wisata yang seperti apa," kata Badri. Merasa disindir, Musthofa menjawab dengan tenang. Dia menyatakan lontaran tersebut, kemungkinan belum mengetahui konsep tersebut. 

Suasana semakin gayeng saat dilontarkan pertanyaan terkait pembangunan infrastruktur. Tamzil menyebut saat ini perlunya penambahan dana untuk kepentingan. Sebaliknya, Musthofa menyahut perlunya skala prioritas untuk pelaksanaan program tersebut.

"Termasuk ketaatan regulasi dalam penganggaran itu sangat diperlukan," imbuhnya. Sedangkan Erdi tampil tenang tetapi terkadang menukik dengan kritikan yang halus terhadap sejumlah dinamika saat ini. Giliran wakil bupati yang melontarkan gagasan, pusat perhatian diarahkan pada Sakiran. Sosok petani pasangan Budiyono tersebut tampil dengan jawaban yang lugas. 

Dia pula yang terlihat paling rilek dan menikmati ketika dilantunkan lagu di jeda acara. Sedangkan calon lainnya masih menyisakan gurat ketegangan.  Secara umum, sebenarnya tidak banyak yang dapat ditawarkan kepada publik pada acara yang digelar KPU Kudus tersebut. Para calon hanya menyatakan pandangannya secara sepotong-sepotong sebelum terhenti karena riuh rendah teriakan dan tepuk tangan pendukung. Perang yel-yel justru yang mendominasi hingga akhir acara.

Menurut Ketua KPU, Gunari A Latief, menyatakan debat merupakan rangkaian kegiatan Pilbup yang sudah dilakukan sejak enam bulan yang lalu. Satu hal yang pasti, pihaknya berharap acara tersebut dapat meningkatkan partisipasi publik pada pemungutan yang digelar 26 Mei mendatang.

( Anton WH / CN19 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 7500
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 3877
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 2513
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 2713
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1161
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER