panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Mei 2013 | 20:00 wib
Prodi Bahasa Unissula Gelar Seminar Nasional Kurikulum 2013
image

SEMINAR: Pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk 'Peran Guru Bahasa Indonesia untuk Mengoptimalkan Potensi Peserta Didik dalam Kurikulum 2013' di Unissula, Sabtu (18/5). (suaramerdeka.com / Eko Wahyu Budiyanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PSPBSI) UNISSULA bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengadakan Seminar Nasional tentang kurikulum 2013, Sabtu (18/5).

Bertajuk 'Peran Guru Bahasa Indonesia untuk Mengoptimalkan Potensi Peserta Didik dalam Kurikulum 2013', seminar ini dilaksanakan untuk membahas berbagai permasalahan yang terkait dengan rencana pemerintah untuk menerapkan kurikulum 2013.

Seminar ini diawali dengan kegiatan penandatanganan nota kesepahaman antara FKIP UNISSULA dengan dikdasmen YBWSA dan Harian Semarang. Isi nota kesepahaman antara FKIP UNISSULA dengan Harian Semarang adalah tentang pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa PBSI UNISSULA.

Hadir dalam seminar tersebut kepala Balai Bahasa Provinsi Jateng, Drs Pardi M Hum. Salah satu perubahan yang paling mendasar dalam kurikulum 2013 adalah penambahan jam pelajaran untuk beberapa mapel termasuk mapel bahasa Indonesia.

Ketua panitia seminar nasional, Turahmat, M Pd mengatakan bahwa kesiapan guru mapel bahasa Indonesia merupakan hal utama yang harus segera dilakukan jika kurikululm 2013 ini akan diterapkan.

"Guru bahasa Indonesia benar-benar harus mampu mengoptimalkan segenap potensi yang dimilliki oleh peserta didik," ujar Turahmat.

Akan tetapi, menurut pembicara dalam seminar nasional tersebut, Prof Dr Rustono M Hum ada berbagai permasalahan yang muncul terkait dengan rencana pemerintah menerapkan kurikulum 2013 tersebut.

"Diantaranya adalah perumusan desain kurikulum 2013 ini tidak melibatkan guru atau asosiasi profesi pendidik sebagai ujung tombak keberhasilan penerapan kurikulum. Penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris dan TIK yang menjadi daya saing dalam global. Pemerintah juga dianggap mengabaikan kemampuan guru di dalam membuat RPP dan silabus. Oleh karena itu, mestinya metodologi yang diperbaiki bukan kurikulumnya, Kata Rustono.

Selama ini pembelajaran bahasa Indonesia menempati peran yang sangat strategis dalam memajukan peradaban bangsa. Hal demikian maka menjadi wajar manakala di dalam setiap pergantian kurikulum, bahasa Indonesia selalu menjadi isu sentral diantara mata-mata pelajaran lain, termasuk di dalam Kurikulum 2013.

( Eko Wahyu Budiyanto / CN37 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 4245
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 2152
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 1424
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 1557
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1067
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 22:15 wib
02 September 2014 | 15:30 wib
FOOTER