panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Mei 2013 | 21:15 wib
Normalisasi Kali Tenggang, Warga Minta Harga Tinggi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Negosiasi ganti rugi lahan proyek normalisasi Kali Tenggang hingga kini masih jalan di tempat. Dari beberapa kali pertemuan antara Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dengan warga terkena dampak, hasilnya belum ada kesepakatan. Kepala UPTD Dinas PSDA dan ESDM Wilayah Utara Kota Semarang Sutrisno menegaskan, saat ini pembicaraan dengan warga pemilik lahan masih buntu.

"Warga mengajukan permintaan tiga kali lipat dari harga apraisal yang kami tawarkan. Hasil penilaian tim apraisal sendiri permeter tanah hak milik (HM) Rp 580.000/meter," ujar Sutrisno. 

Menanggapi permintaan warga ini, Sutrisno belum berani mengambil keputusan. Karena sesuai dengan aturan, ganti rugi lahan harus mengacu pada hasil penilaian tim apraisal. Selain masalah tersebut, Sutrisno juga mengaku masalah lain yang cukup berat adalah keberadaan tanah negara yang saat ini secara de facto diduduki warga.

Tanah negara itu dulunya berupa daerah bantaran sungai. Namun karena kondisinya mengering, oleh warga tanah tersebut diduduki lalu dibangun rumah. "Tercatat ada 12 bidang tanah negara yang berada di kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari. Bukti itu tanah negara adalah tidak tercatat dalam buku induk pertanahan di kelurahan," terang Sutrisno. 

Karena tanah negara maka P2T tidak bisa memberi ganti rugi ke warga yang menduduki lahan tersebut. Demikian juga dengan permintaan tali asih, menurut Sutrisno tidak bisa diberikan. "Kalau diberi tali asih itu melanggar Permendagri No 32 Tahun 2011 tentang Bantuan Sosial, makanya kami masih mencari solusi yang terbaik," katanya. 

Berdasarkan hasil perhitungan, hingga saat ini masih ada sejumlah bidang tanah yang belum dibebaskan. Di kelurahan Terboyo Kulon Kecamatan Genuk tercatat ada lima bidang. Sedangkan di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari tercatat ada 15 bidangdan tiga bidang ada di Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kota Semarang.

Sutrisno mengharapkan agar warga bisa kembali ke meja perundingan guna mencari solusi terbaik. "Kami berharap proses ganti rugi lahan bisa segera diselesaikan," ujarnya. 

Sesuai dengan rencana, normalisasi Kali Tenggang akan dilaksanakan mulai dari muara hingga jembatan rel KA di kawasan Kaligawe. Setelah selesai, proses normalsasi kembali dilanjutkan hingga ke Jalan Majapahit yang diperkirakan akan melewati sejumlah kelurahan seperti Muktiharjo Kidul, Tlogosari Kulon, Kalicari dan Palebon.

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto meminta pemkot khususnya Dinas PSDA dan ESDM agar bekerja lebih keras dalam proses negosiasi ganti rugi lahan. Hal ini perlu dilakukan karena normalisasi Kali Tenggang sangat penting dalam mengatasi banjir di kawasan Pedurungan dan sekitarnya. 

"Banjir yang terjadi sudah sangat meresahkan, salah satu solusinya adalah normalisasi Kali Tenggang sehingga air bisa mengalir lancar," ujar politisi asal PAN ini.

( Lanang Wibisono / CN19 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
25 Juli 2014 | 12:12 wib
Dibaca: 191
25 Juli 2014 | 10:30 wib
Dibaca: 193
25 Juli 2014 | 10:00 wib
Dibaca: 189
25 Juli 2014 | 09:30 wib
Dibaca: 171
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER