panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 Mei 2013 | 19:15 wib
Tengok Bustaman, Menggali Sejarah Kampung Melalui Seni
.

SEMARANG, Suaramerdeka.com - Kampung Bustaman terhias berbagai karya seni mural dan stensil. Gambar sosok Kyai Kertoboso Bustam setinggi lima meter terhentang di lorong dinding karya kelompok ZOS, merupakan salah satu karya dalam persiapan helatan Tengok Bustaman yang berlangsung hingga Minggu (19/5) mendatang.

Ada seni stensil tokoh kampung yang lain yakni Wahyuno (ketua RW), Hartati (kerabat Raden Saleh), Hari Bustaman (wartawan Suara Merdeka), Haji Amin dan Haji Khoiri. Karya dari kelompok seni 12 PM itu tampak di lorong menuju Jalan MT Haryono. Sepanjang jalan terdapat Hokage, yakni denah kampung dan mural raksasa di lorong dinding menuju Petudungan,

Festival ini diinisiasi oleh Unidentified Group Discussion (UGD Semarang) dan warga Kampung Bustaman RT 4 dan RT 5, RW 3, Purwodinatan. Mereka menggali sejarah kampung dengan fokus pada isu warga dengan menggunakan seni dan kreatifitas masyarakat untuk menyampaikan wacana serta gagasan mengenai kampung, baik permasalahan maupun cara warga mencari solusi.

Baik para inisiator, warga menyambut baik dengan proyek bersama yang berlangsung selama enam bulan. "Festival ini sebagai media untuk menyebarkan pengetahuan terhadap warga akan kampungnya dalam format artistik. Kami ajak mereka terlibat langsung meriset sejarah kampungnya," ujar Anastasia Dwirahmi, penanggung jawab program UGD, Jumat (17/5) siang.

Dalam festival tersebut menarik perhatian komunitas antar disiplin seni untuk terlibat yakni ZOS, Karamba Art, Orart Oret, Hysteria, 12 PM, Hokage, Gambang Semarang Art Company (GSAC), Jazz Ngisoringin, komunitas gitar klasik dan lainnya.

"Dengan bernuansa kesenian lebih mudah menjaring massa, terutama anak muda di Semarang. Partisipasi dari berbagai komunitas ini juga merupakan upaya kepedulian mereka terhadap sejarah kota sesuai dengan kemampuan masing-masing," jelasnya.

Adapun Sabtu (18/5) pada pukul 19.00 akan dilangsungkan arak-arakan, tari pembuka untuk mengukuhkan tokoh muda Bustaman serta penampilan warga dalam pentas seni. Selain kreativitas seni, juga terdapat penyajian kuliner khas bustaman.

Pada Minggu (20/5) akan ada Pakar Mendengar, Semarang Blues Community, Risky Summerbee and The Honey Thief serta Campursari Prau Layar sebagai puncak acara.

( Garna Raditya / CN38 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga



Panel menu
Semarang Terbaru
Index Berita
21 Agustus 2014 | 22:44 wib
Dibaca: 51
21 Agustus 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 164
21 Agustus 2014 | 21:40 wib
Dibaca: 296
21 Agustus 2014 | 21:30 wib
Korupsi Sarpras Road Race Cacaban
Hakim Pertimbangkan Keringanan Hukuman Terdakwa
Dibaca: 320
21 Agustus 2014 | 21:09 wib
Dibaca: 342
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
12 Agustus 2014 | 04:05 wib
06 Agustus 2014 | 22:12 wib
FOOTER