panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 Mei 2013 | 18:23 wib
Tak Hasilkan Jurnal Internasional, Tunjangan Guru Besar Dicabut


SEMARANG, suaramerdeka.com -
Guru besar yang tidak bisa menulis atau menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk jurnal internasional, tunjangan jabatannya terancam akan dicabut.

Hal itu disampaikan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Kemdikbud Prof Supriadi Rustad pada seminar nasional Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes) di auditorium kampus tersebut, Rabu (15/5).

Dia mengatakan, ciri-ciri seorang sarjana adalah menulis, sebab hal itu sebagai kompetensi yang dimilikinya. "Sehingga penting untuk membangun budaya akademik di perguruan tinggi. Upaya itu dapat dilakukan dengan mendorong kesadaran para doktor dan profesor untuk menulis jurnal nasional maupun internasional," katanya.

Diakui, lanjut dia, saat ini Ditjen Dikti tengah fokus dan merencanakan strategi agar doktor dan guru besar dapat menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan. Untuk doktor, paling tidak karya ilmiah dalam bentuk jurnal tersebut dipublikasi minimal dalam skala nasional. Sedangkan guru besar, publikasi karya ilmiah dalam jurnal internasional.

"Adapun tujuan itu dilakukan agar para doktor dan profesor di Indonesia ini diakui di luar negeri. Kalau tidak memenuhi publikasi jurnal tersebut, maka bagi guru besar tunjangannya dapat dicabut," tutur mantan Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unnes itu.

Dalam acara yang bertajuk "Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni dalam Perspektif Budaya" itu mencoba memotivasi para mahasiswa PPs Unnes yang hadir sebagai peserta agar berkomitmen melakukan publikasi. Sebab, jika komitmen tersebut dapat dipenuhi Ditjen Dikti akan memberikan fasilitas untuk mempublikasikan.

Selain Direktur Dirtendik Ditjen Dikti Prof Supriadi Rustad, terdapat tiga pembicara lainnya yaitu Prof Dr Faruk SU, Guru Besar FSRD ITB Prof Setiawan Sabana, dan Guru Besar Estetika Universitas Parahyangan Bandung Prof Ignatius Bambang Sugiharto.

( Anggun Puspita / CN31 / SMNetwork )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18614
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 10440
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 4968
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 5368
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1458
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER