panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Mei 2013 | 21:03 wib
Panser Biru dan Snex Diminta Melebur atau Ganti Nama

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kemarahan terhadap ulah suporter Semarang tidak hanya dialami warga Grobogan. Warga dan petinggi-petinggi Semarang juga geram dengan sikap anarkis Panser Biru dan Snex yang justru merugikan PSIS.

Keseriusan untuk menyelesaikan permasalahan dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali pun ditunjukkan. Mulai dari Plt Wali Kota, Kapolrestabes Semarang, Dandim 0733/BS, Kepala Kajari, SKPD Kota Semarang, manajemen PSIS, hingga suporter dikumpulkan. Solusi dan jalan tengah pun menjadi tujuan utama dalam pertemuan di Balai Kota Semarang, Rabu (8/5).

Berbagai permintaan pun muncul, mulai berganti nama menjadi mawar dan kupu-kupu, hingga dibubarkan atau melebur menjadi satu dengan nama yang baru. Pengurus Panser Biru dan Snex pun diminta segera memberikan keputusan.

Seperti yang dikatakan Dandim 0733/BS Semarang Letkol Kav Dicky Armunantho Mulkan. Dia meminta Panser Biru dan Snex harus segera melebur sebelum Laskar Mahesa Jenar melakoni laga home pada 1 Juni mendatang menjamu Persip Pekalongan di Stadion Jatidiri.

"Ini adalah momentum untuk membenahi diri dan alat untuk mempersatu. Saya berharap sudah tidak ada lagi dualisme suporter, hanya satu nama. Saya juga suporter yang siap mendukung PSIS," tegas Dicky yang didukung Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan SKPD yang lain.

Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pun menyindir agar suporter Semarang berganti nama yang tidak lagi membuat takut warga. Seperti mengganti nama dengan mawar dan kupu-kupu. Ucapan itu tidak lain agar suporter dapat instropeksi diri karena sudah membawa nama Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Mohammad Rum beranggapan, terkait adanya kerusuhan, PSIS adalah pihak yang paling dirugikan. Ancaman sanksi dari Pt Liga Indonesia, dan tidak mendapatkan izin pertandingan dari polres dan polda pun ada di depan mata. Belum lagi keengganan sponsor untuk mendukung PSIS karena suporternya anarkis.

Adapun Ketua Panser Biru Mario Baskoro dan Snex Rendra Kuswara mengatakan masih akan membicarakan permintaan itu. Pasalnya mereka sudah memiliki AD/ART masing-masing. Proses peleburan atau ganti nama masih akan dibicarakan dengan anggota dan para sesepuh suporter.

Mereka hanya dapat menjanjikan beberapa hal yang dapat mengembalikan kondusifitas suasana. Untuk sementara waktu tidak mengikuti tur ketika PSIS melakoni laga away. Kedua tidak menggunakan atribut Panser Biru dan Snex saat mendukung Tim berlogo Tugumuda bermain di kandang, tetapi menggunakan atribut yang sama yakni nama PSIS dan suporter Semarang.

( Hendra Setiawan / CN38 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18394
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 10276
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 4920
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 5321
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1452
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER