panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 April 2013 | 06:09 wib
Loko Tanpa Masinis Anjlok di Kaliwungu

KENDAL, suaramerdeka.com - Lokomotif tanpa petugas masinis anjlok dan keluar dari lintasan rel kereta api di RT 1 RW 1, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu, Minggu (28/4) sekitar pukul 04.00. Loko tersebut melaju dari Stasiun Poncol Semarang. Loko berhenti setelah anjlok dan keluar dari rel.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, tiga rumah warga rusak, akibat terkena serpihan tanah liat dan batu-batuan. Rumah yang rusak milik Agus (35), Kasno (35), dan Nur Faizah (29). Keluarnya lokomotif dari rel, tidak sampai mengganggu jadwal perjalanan kereta api. Lokomotif mengalami rusak cukup parah setelah keluar dari jalur.

Agus mengaku tidak tahu persis kejadiannya. Dia saat itu sedang tertidur. Tiba-tiba, ia mendengar suara gemuruh dan benturan keras. Agus bersama sejumlah warga lain keluar untuk memastikan apa yang terjadi. Setelah mendengar suara benturan, saya keluar dan melihat lokomotif tanpa gerbong keluar dari rel,'' katanya.

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Surono mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab loko bisa meluncur tanpa masinis dari Stasiun Poncol. Dia menyatakan, sebelum kejadian, lokomotif bernomor CC 2039816, sedang dipanaskan mesinnya. Loko itu menurut rencana akan diguanakan menarik rangkaian gerbong Argo Sindoro.

''Namun sewaktu mesin dipanasi, loko tiba-tiba lepas dan berjalan sendiri. Petugas kami berupaya menghentikannya. Kondisi rel yang menurun mengakibatkan laju lokomotif bertambah cepat. Petugas kami segera mensterilkan jalur kereta menuju barat,'' katanya.

Lokomotif tersebut berjalan hampir 15 menit dari Stasiun Poncol. Lokomotif berhenti setelah keluar jalur di tikungan dan berjalan hingga 200 meter sebelum terjun ke sawah. ''Kami tidak tahu loko akan berhenti dimana. Sebagai langkah awal, kami membersihkan jalur dari kereta agar loko bisa bebas berjalan. Kebetulan lokomotif itu berhenti di setelah keluar jalur di tikungan, sehingga tidak menggangu perjalanan kereta,'' terangnya.

Surono menyatakan, hasil pemeriksaan sementara di dalam lokomotif, nosel menunjukan posisi netral. Namun dia menduga getaran mesin saat dipanaskan mengakibatkan kereta berjalan dan meluncur dari Stasiun Poncol. ''Kemiringan rel kurang dari 10 derajat. Namun berat lokomotif dan getaran mesin, kami duga menyebabkan lokomotif meluncur sendiri. Petugas masinis kami sebenarnya telah berusaha mengejar kereta untuk menghentikannya, tetapi lokomotif melaju semakin kencang,'' tutur Surono.

Hingga siang kemarin, proses evakuasi belum bisa dilakukan. PT KAI menunggu crane dari Ssurabaya. Untuk mengevakuasi lokomotif dengan berat 300 ton, dibutuhkan dua crane yang didatangkan dari Cirebon dan Surabaya. Satu crane dari Cirebon telah menunggu di Stasiun Kaliwungu. Proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam.

''Selama proses evakuasi, perjalanan kereta api akan dihentikan sementara hingga lokomotif berhasil diangkat. Setelah berhasil kami evakuasi, akan kami bawa ke Balai Yasa Tegal,'' jelasnya.

( Rosyid Ridho / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Semarang Terbaru
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 41371
05 September 2014 | 22:15 wib
Dibaca: 28191
05 September 2014 | 21:15 wib
Dibaca: 8094
image
05 September 2014 | 19:45 wib
Dibaca: 8578
image
05 September 2014 | 18:32 wib
Dibaca: 1913
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER